Pemkot Jambi Kembangkan Kampung Batik Ulu Gedong, Perajin Diharapkan Raup Manfaat Ekonomi

- Penulis Berita

Kamis, 25 Juni 2026 - 01:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

                         Dok: Istemewa

RADIX NEWS, KOTA JAMBI — Pemerintah Kota Jambi mengembangkan Kampung Batik Ulu Gedong di Kelurahan Danau Teluk sebagai destinasi wisata budaya yang diharapkan mampu memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus menjaga keberadaan batik khas Jambi.

Pengembangan kawasan tersebut tidak hanya diarahkan sebagai tempat produksi batik, tetapi juga sebagai ruang bagi masyarakat untuk mengenalkan budaya Melayu kepada pengunjung. Pemerintah kota berharap, kegiatan wisata budaya dapat membuka peluang usaha baru dan meningkatkan aktivitas ekonomi warga di kawasan Seberang Kota Jambi.

Wali Kota Jambi Maulana mengatakan, pengembangan Kampung Batik Ulu Gedong merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mengangkat budaya Melayu melalui potensi lokal yang memiliki nilai ekonomi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu disampaikannya setelah memimpin forum diskusi mengenai perkembangan Kampung Batik Ulu Gedong bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Baznas Kota Jambi, unsur kecamatan dan kelurahan, serta tokoh masyarakat.

“Kami ingin mengangkat budaya Melayu melalui Batik Jambi sebagai warisan budaya yang memiliki nilai ekonomi dan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Maulana.

Menurutnya, keberadaan Kampung Batik perlu dikembangkan agar tidak hanya dikenal sebagai sentra kerajinan, tetapi juga menjadi bagian dari tujuan wisata yang dapat menarik kunjungan masyarakat dari dalam maupun luar daerah.

Selama ini, batik memiliki nilai budaya sekaligus potensi ekonomi melalui kegiatan produksi dan perdagangan. Pemerintah Kota Jambi ingin mengembangkan potensi tersebut dengan memperluas fungsi Kampung Batik Ulu Gedong sebagai tempat pengenalan budaya dan pengalaman wisata.

Melalui konsep tersebut, pengunjung diharapkan dapat mengenal batik khas Jambi lebih dekat, sementara para perajin memperoleh kesempatan untuk memperluas pasar produknya.

Pengembangan kawasan wisata budaya juga membuka peluang bagi usaha pendukung, seperti penjualan produk lokal, kuliner, dan kegiatan ekonomi masyarakat lainnya. Namun, besarnya manfaat ekonomi yang dapat dirasakan warga akan bergantung pada pelaksanaan program, jumlah kunjungan, serta keterlibatan pelaku usaha setempat.

Karena itu, pengembangan Kampung Batik perlu berjalan seiring dengan penguatan kemampuan perajin, promosi produk, penataan lingkungan, dan kemudahan akses bagi pengunjung.

Pemerintah kota berharap pendekatan tersebut dapat membuat batik khas Jambi lebih dikenal sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat yang terlibat langsung dalam kegiatan produksi.

Selain Kampung Batik Ulu Gedong, Pemerintah Kota Jambi juga menyiapkan sejumlah program pendukung di kawasan Seberang. Di antaranya pembangunan Kampung Nelayan di kawasan Danau Teluk serta revitalisasi kawasan bersejarah Rumah Batu di Olak Kemang.

Ketiga kawasan tersebut direncanakan terhubung dalam satu kawasan wisata budaya Melayu yang terintegrasi.

Melalui pengembangan yang saling terhubung, pemerintah ingin menawarkan lebih banyak pilihan bagi pengunjung. Wisatawan nantinya diharapkan tidak hanya datang untuk melihat produk batik, tetapi juga mengenal kehidupan masyarakat setempat dan mengunjungi bangunan bersejarah yang memiliki nilai budaya.

Konsep wisata terpadu tersebut dapat memberi peluang bagi masyarakat di sekitar lokasi untuk terlibat dalam berbagai kegiatan ekonomi. Meski demikian, keberhasilannya akan bergantung pada kesiapan setiap destinasi, konektivitas antarlokasi, pengelolaan kawasan, dan promosi yang dilakukan secara konsisten.

Revitalisasi kawasan bersejarah juga perlu memperhatikan nilai sejarah dan karakter bangunan agar pengembangan pariwisata tidak menghilangkan identitas budaya yang menjadi daya tarik utamanya.

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemerintah Kota Jambi menyiapkan peningkatan infrastruktur, termasuk penerangan jalan, penataan lingkungan, dan fasilitas pendukung wisata.

Ketersediaan infrastruktur menjadi salah satu unsur penting dalam pengembangan destinasi. Lingkungan yang tertata dan akses yang memadai dapat membantu pengunjung menjangkau lokasi sekaligus mendukung aktivitas masyarakat di sekitar kawasan.

Namun, pembangunan fasilitas perlu disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Informasi mengenai tahapan pekerjaan, jadwal pelaksanaan, anggaran, serta fasilitas yang akan dibangun masih diperlukan agar masyarakat dapat mengetahui perkembangan program secara lebih jelas.

Selain itu, keterlibatan warga setempat perlu menjadi bagian dari proses pengembangan. Masyarakat bukan hanya menjadi pihak yang tinggal di sekitar destinasi, melainkan juga berpotensi berperan sebagai perajin, pelaku usaha, penyedia jasa, dan pengelola kegiatan wisata.

Dengan keterlibatan tersebut, manfaat pengembangan pariwisata diharapkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, bukan hanya melalui peningkatan kunjungan wisatawan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jambi, Nella Ervina, mengatakan program pengembangan Kampung Batik diharapkan memberikan dampak positif secara berkelanjutan terhadap perekonomian dan kesejahteraan perajin batik.

Harapan tersebut berkaitan dengan peluang memperluas pemasaran produk serta meningkatkan perhatian masyarakat terhadap batik khas Jambi.

Bagi perajin, peningkatan kunjungan wisatawan dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada calon pembeli. Namun, peluang itu perlu didukung strategi pemasaran yang tepat, kualitas produk, harga yang kompetitif, dan akses pasar yang lebih luas.

Pengembangan destinasi juga perlu memastikan bahwa perajin lokal mendapat ruang yang memadai untuk memasarkan hasil karyanya. Dengan demikian, batik tidak hanya menjadi elemen promosi wisata, tetapi tetap menjadi sumber kegiatan ekonomi bagi masyarakat yang memproduksinya.

Pemerintah Kota Jambi optimistis pengembangan Kampung Batik Ulu Gedong bersama kawasan wisata budaya lainnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Seberang Kota Jambi sekaligus memperkuat pelestarian budaya Melayu.

Meski demikian, hasil program tersebut nantinya perlu dilihat dari perkembangan yang nyata, mulai dari keterlibatan perajin, peningkatan pemasaran produk, aktivitas usaha warga, hingga keberlanjutan pengelolaan kawasan.

Pengembangan Kampung Batik Ulu Gedong kini menjadi bagian dari upaya memadukan pelestarian budaya dan penguatan ekonomi lokal. Tantangan berikutnya adalah memastikan rencana tersebut berjalan konsisten sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat setempat.

 

Editor : Admin

Sumber Berita : Istimewa

Berita Terkait

JAMBI TERBAKAR, RAKYAT TERPAPAR: SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB?
Proyek PISEW Desa Kemingking Dalam Disorot: Agregat Tipis, Material Dipertanyakan, Pengawasan Dipertanyakan
ANTREAN SOLAR TAK KUNJUNG TERATASI, BPH MIGAS PERTAMINA DAN PEMPROV JAMBI DIPERTANYAKAN
Ribuan Hektare Lahan Terbakar di Jambi, 86 Kasus Karhutla Ditangani Aparat
Pemkab Merangin Siapkan Lahan 8 Hektare untuk Sekolah Rakyat, Pembangunan Ditargetkan Rampung 2027
37 UMKM Ramaikan Bazar Bhayangkara Presisi, Pemkot Jambi Dorong Perluasan Pasar
Delapan Kecamatan di Batang Hari Usulkan Perbaikan Jalan, Pemkab Sesuaikan dengan Anggaran
Hingga Juni 2026, Bulog Jambi Serap 6.049 Ton Gabah untuk Perkuat Cadangan Beras Pemerintah

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:07

Jangan Tebang Pilih! DEMA PTKIN Desak Kejati Jambi Usut Dugaan Aliran Dana Korupsi ke Inisial AE”

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:55

JAMBI TERBAKAR, RAKYAT TERPAPAR: SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:40

Proyek PISEW Desa Kemingking Dalam Disorot: Agregat Tipis, Material Dipertanyakan, Pengawasan Dipertanyakan

Rabu, 30 September 2026 - 05:25

ANTREAN SOLAR TAK KUNJUNG TERATASI, BPH MIGAS PERTAMINA DAN PEMPROV JAMBI DIPERTANYAKAN

Selasa, 29 September 2026 - 15:20

Ribuan Hektare Lahan Terbakar di Jambi, 86 Kasus Karhutla Ditangani Aparat

Kamis, 25 Juni 2026 - 01:10

Pemkot Jambi Kembangkan Kampung Batik Ulu Gedong, Perajin Diharapkan Raup Manfaat Ekonomi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:12

Delapan Kecamatan di Batang Hari Usulkan Perbaikan Jalan, Pemkab Sesuaikan dengan Anggaran

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:11

Hingga Juni 2026, Bulog Jambi Serap 6.049 Ton Gabah untuk Perkuat Cadangan Beras Pemerintah

Berita Terbaru