Delapan Tahun Membisu: Ajisra Windra Kebal Hukum atau Penegak Hukum Jambi yang Menutup Mata?

Avatar

- Redaksi

Selasa, 27 Januari 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok.Insanurrohman Ketua Cabang PMII Terpilih Kota Jambi

Dok.Insanurrohman Ketua Cabang PMII Terpilih Kota Jambi

Radixnews,. Jambi 27 Januari 2026 Delapan tahun telah berlalu sejak Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Jambi menemukan kerugian negara di UPTD UPCA yang saat itu dipimpin oleh Ajisra Windra. Namun hingga hari ini, kasus tersebut tak kunjung menemui kejelasan. Publik pun wajar bertanya: apakah Ajisra Windra benar-benar kebal hukum, atau justru penegak hukum di Jambi yang sengaja memalingkan wajah?

Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK Tahun 2015, ditemukan kerugian keuangan negara sebesar Rp5,12 miliar. Temuan ini tidak berhenti sebagai catatan administratif belaka, melainkan telah melalui proses hukum panjang hingga putusan kasasi Mahkamah Agung, yang secara tegas memerintahkan pengembalian kerugian negara tersebut ke kas negara.

Namun ironisnya, pasca putusan MA, perkara ini justru membuka babak yang lebih serius. Audit investigatif BPK menemukan indikasi kerugian negara yang membengkak hingga Rp18 miliar. Temuan ini kemudian dilimpahkan kepada aparat penegak hukum di Jambi, khususnya Kejaksaan. Sejak saat itu sampai saat ini masih sunyi tanpa kejelasan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yang lebih menyakitkan akal sehat publik, di tengah status perkara yang tak jelas, Ajisra Windra justru melenggang naik jabatan dan kini menduduki posisi strategis sebagai Kepala Dinas PUPR Kabupaten Batanghari. Fakta ini menimbulkan tanda tanya besar:
Apakah promosi jabatan kini bisa mengubur tanggung jawab hukum?

Insanurrahman, salah satu Aktivis Jambi menyoroti kasus ini dan menegaskan
“Ketika seseorang yang terseret temuan BPK dan audit investigatif justru naik jabatan, kami berhak bertanya: apakah sistem sedang membersihkan diri, atau justru sedang menutupi boroknya sendiri?

Kasus ini belum selesai. Uang negara belum jelas sepenuhnya kembali. Tanggung jawab hukum belum dipertanggungjawabkan secara transparan. Namun negara seolah kalah oleh waktu dan kekuasaan.

Baca Juga :  The Marquis and I | Free Book PDF

Jika hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas, maka keadilan tinggal slogan kosong. Dan jika penegak hukum terus bungkam, publik berhak curiga: apakah ini kelalaian, atau kesengajaan?

Kejaksaan Jambi harus menjawab.
Negara tidak boleh kalah oleh diam.

Komentar Anda Terkait Berita Ini?

Berita Terkait

Semakin marak pelecehan verbal kembali terjadi,Perlindungan dan keamanan mahasiswi di kampus kembali terancam.
Dana Siluman 57 Milyar Pada APBD Jambi 2026: Pelanggaran Hukum dan Pengkhianatan Mandat Rakyat
The Death Cure – PDF Free Download
Manikanetish | Littérature
El extranjero : [PDF]
O Museu da Inocência | Acesse PDFs de eBooks Grátis
Whalefall | Free PDF Download
My Lobotomy: A Memoir – (EPUB, PDF, eBooks)
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:46 WIB

Semakin marak pelecehan verbal kembali terjadi,Perlindungan dan keamanan mahasiswi di kampus kembali terancam.

Selasa, 27 Januari 2026 - 19:00 WIB

Delapan Tahun Membisu: Ajisra Windra Kebal Hukum atau Penegak Hukum Jambi yang Menutup Mata?

Minggu, 11 Januari 2026 - 00:19 WIB

Dana Siluman 57 Milyar Pada APBD Jambi 2026: Pelanggaran Hukum dan Pengkhianatan Mandat Rakyat

Kamis, 8 Januari 2026 - 20:14 WIB

The Death Cure – PDF Free Download

Kamis, 8 Januari 2026 - 08:02 WIB

El extranjero : [PDF]

Kamis, 8 Januari 2026 - 05:34 WIB

O Museu da Inocência | Acesse PDFs de eBooks Grátis

Kamis, 8 Januari 2026 - 04:41 WIB

Whalefall | Free PDF Download

Kamis, 8 Januari 2026 - 04:00 WIB

My Lobotomy: A Memoir – (EPUB, PDF, eBooks)

Berita Terbaru

Berita

The Death Cure – PDF Free Download

Kamis, 8 Jan 2026 - 20:14 WIB