Semakin marak pelecehan verbal kembali terjadi,Perlindungan dan keamanan mahasiswi di kampus kembali terancam.

Avatar

- Redaksi

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok. Ilustrasi

Dok. Ilustrasi

Radixsnews Jambi. 27 Januari 2025. Dunia pendidikan kembali tercoreng perlindungan dan keamanan mahasiswi di lingkungan kampus terancam. Pendidikan di lingkungan kampus tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, etika, dan rasa saling menghormati antar warga kampus. Kampus seharusnya menjadi ruang yang aman, inklusif, dan nyaman bagi seluruh mahasiswa, termasuk mahasiswi, untuk belajar dan berkembang tanpa rasa takut atau tertekan.
Keamanan dan kenyamanan mahasiswi menjadi isu penting, terutama terkait pelecehan verbal seperti komentar bernuansa seksual, siulan, candaan merendahkan, atau ucapan yang membuat tidak nyaman. Pelecehan verbal dapat berdampak negatif pada kesehatan mental, rasa percaya diri, serta prestasi akademik mahasiswi.
’’ Sangat disayangkan lingkungan kampus salah satu tempat pengembangan dan pembentukan karakter malah di jadikan tempat pelampiasan predator yang mengakibatkan trauma kepada mahasiswi,tak hanya itu ironisnya sikap kampus terhadap korban benar-benar tidak serius di tanganin secara masif’’ ujar Adiansyah
Oleh karena itu, institusi pendidikan perlu berperan aktif melalui kebijakan tegas, edukasi tentang kesadaran gender, mekanisme pelaporan yang aman, serta penegakan sanksi bagi pelaku. Lingkungan kampus yang aman dan bebas dari pelecehan akan mendukung terciptanya proses pendidikan yang sehat, adil, dan bermartabat bagi semua.
Sering kali kita melihat kasus pelecehan verbal dan non verbal ini di dalam lingkungan kampus,namun tidak sikap yang tegas dari pihak kampus untuk menjamin perlindungan kepada para korban.
’’ Harus nya kampus harus mengambil sikap tegas kepada para pelaku,dan harus memberikan kenyamanan untuk korban dengan memberikan perlindungan dalam urusan akademik bukan malah sebalik nya,karna di khawatirkan trauma pada saat di lingkungan kampus’’ Koordinator distrik berisik
kampus memiliki tanggung jawab moral dan institusional untuk menciptakan lingkungan akademik yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk pelecehan verbal. Upaya pencegahan dan penanganan pelecehan harus disertai dengan komitmen nyata dalam melindungi korban, khususnya agar hak-hak akademik mereka tetap terjamin tanpa intimidasi, diskriminasi, maupun tekanan lanjutan. Dengan adanya kebijakan yang tegas, sistem pelaporan yang aman, serta dukungan akademik dan psikologis yang memadai, kampus dapat menjadi ruang pembelajaran yang berkeadilan dan bermartabat. Lingkungan yang aman tidak hanya melindungi korban, tetapi juga memperkuat kualitas pendidikan dan nilai kemanusiaan dalam kehidupan akademik. Adiansyah juga meminta untuk perlindungan dan kebijakan akademik serta meminta dispensasi atau penyesuaian akademik kepada korban.

Baca Juga :  La violente amour | eBook [EPUB]

Berita Terkait

KOPRI PMII Universitas Jambi Gelar Diskusi Hari Perempuan, Angkat Isu Gender, Keislaman, dan Kriminalitas
Gelombang kekecewaan terhadap kondisi daerah akhirnya memuncak. Pemuda, mahasiswa, dan masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur bersiap turun ke jalan
“Skandal Dana DAK Mengemuka: Gubernur Jambi di Tengah Pusaran Pertanyaan Publik”
Gubernur Jambi dan Bayang-Bayang Kasus DAK: Transparansi yang Diuji di Panggung Hukum
Transparansi Anggaran DAK Pendidikan: Dugaan Korupsi di Era Kepemimpinan Provinsi Jambi
Aktivis Jambi: Penyebutan Gubernur Jambi Al Haris dalam Persidangan Korupsi DAK Rp21,8 Miliar Harus Dijelaskan ke Publik
Satu Tahun Al-Haris di Periode ke 2, “Ketika Beton Lebih Cepat Tumbuh Daripada Lapangan Kerja, Ada Yang Salah Dengan Arah Pembangunan Jambi.”
GERAKAN MAHASISWA SAROLANGUN JAMBI (GEMSAR) MENGECAM TINDAKAN KEPALA DESA MUARA CUBAN TERHADAP OPERASIONAL ALAT BERAT & BBM SOLAR

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:25 WIB

KOPRI PMII Universitas Jambi Gelar Diskusi Hari Perempuan, Angkat Isu Gender, Keislaman, dan Kriminalitas

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:48 WIB

Gelombang kekecewaan terhadap kondisi daerah akhirnya memuncak. Pemuda, mahasiswa, dan masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur bersiap turun ke jalan

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:53 WIB

“Skandal Dana DAK Mengemuka: Gubernur Jambi di Tengah Pusaran Pertanyaan Publik”

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:46 WIB

Gubernur Jambi dan Bayang-Bayang Kasus DAK: Transparansi yang Diuji di Panggung Hukum

Selasa, 3 Maret 2026 - 02:03 WIB

Aktivis Jambi: Penyebutan Gubernur Jambi Al Haris dalam Persidangan Korupsi DAK Rp21,8 Miliar Harus Dijelaskan ke Publik

Selasa, 3 Maret 2026 - 01:35 WIB

Satu Tahun Al-Haris di Periode ke 2, “Ketika Beton Lebih Cepat Tumbuh Daripada Lapangan Kerja, Ada Yang Salah Dengan Arah Pembangunan Jambi.”

Sabtu, 28 Februari 2026 - 19:51 WIB

GERAKAN MAHASISWA SAROLANGUN JAMBI (GEMSAR) MENGECAM TINDAKAN KEPALA DESA MUARA CUBAN TERHADAP OPERASIONAL ALAT BERAT & BBM SOLAR

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:59 WIB

Kasus dugaan korupsi DAK SMK fisik TA. 2022 dan DAK fisik 2024, APIP-JAMBI Desak KPK RI untuk periksa Kabid SMK (H) dan Kabid SMA (Z H).

Berita Terbaru