Sarolangun — Menjelang Ramadhan, warga Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, justru dihadapkan pada krisis kebutuhan paling dasar. Gas LPG 3 kilogram langka, pangkalan kosong, dan harga di tingkat pengecer melonjak liar. Dapur rakyat tersendat, sementara pemerintah kembali gagal memastikan hak dasar warganya terpenuhi.
Aktivis, Fauzan, menyebut kondisi di Air Hitam sebagai potret telanjang kegagalan negara di level paling bawah. Menurutnya, kelangkaan gas yang selalu muncul menjelang Ramadhan bukan lagi peristiwa teknis, melainkan krisis yang dibiarkan tumbuh.
“Air Hitam ini bukan daerah terpencil. Tapi menjelang Ramadhan, gas bisa menghilang begitu saja. Ini memalukan. Kalau kebutuhan dapur saja tak sanggup dijamin, jangan bicara kesejahteraan,” tegas Fauzan.
Sejumlah warga Air Hitam mengaku harus berkeliling dari satu pangkalan ke pangkalan lain tanpa kepastian. Jika pun ada, harga gas melon menembus angka di atas HET. Kondisi ini membuat masyarakat kecil—terutama ibu rumah tangga dan pedagang kecil—menjadi korban pertama.
“Rakyat diminta tenang menyambut Ramadhan, tapi sistem justru membuat dapur mereka resah. Ini bukan soal iman, ini soal kegagalan pengelolaan,” ujar Fauzan.
Ia menilai lemahnya pengawasan distribusi LPG di Air Hitam menunjukkan ketiadaan kehadiran negara secara nyata. Sidak yang hanya bersifat seremonial dan pernyataan normatif tidak menyentuh akar persoalan.
“Setiap tahun masalahnya sama, lokasinya jelas, korbannya nyata. Tapi solusinya selalu menguap. Ini bukan ketidaktahuan, ini kelalaian yang dipelihara,” katanya.
Fauzan mendesak Pemkab Sarolangun dan instansi terkait segera membuka data distribusi LPG di Kecamatan Air Hitam secara transparan, menertibkan pangkalan yang bermain, serta memastikan stok aman sebelum Ramadhan tiba.
“Kalau negara masih membiarkan kondisi ini, maka rakyat Air Hitam dipaksa belajar sabar bukan karena ibadah, tapi karena kebijakan yang abai terhadap dapur mereka sendiri,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, kelangkaan gas LPG 3 kilogram di Kecamatan Air Hitam masih terjadi, sementara warga menunggu kehadiran negara yang seharusnya datang lebih dulu sebelum krisis berulang.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT












