LPG 3 Kg Langka di Sarolangun, Aktivis Fauzan: Jangan Rakyat yang Jadi Korban Permainan!

Avatar

- Redaksi

Rabu, 11 Februari 2026 - 16:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sarolangun – Kelangkaan gas LPG 3 kilogram kembali dikeluhkan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Sarolangun. Masyarakat mengaku kesulitan mendapatkan gas subsidi tersebut, bahkan di beberapa titik harga disebut melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).


Aktivis Sarolangun, Fauzan, menilai persoalan ini harus dibuka secara terang benderang. Ia mendesak pemerintah tidak hanya melakukan rapat, tetapi juga memastikan ada pengawasan nyata di lapangan.

“Kalau pasokan dari Pertamina normal, tapi di masyarakat kosong, berarti ada yang tidak beres di jalur distribusi. Jangan sampai ada oknum yang bermain dan rakyat kecil yang menanggung akibatnya,” tegas Fauzan.



Menurutnya, distribusi LPG 3 kg adalah soal hak dasar masyarakat kecil dan pelaku UMKM. Jika terjadi penimbunan atau permainan harga, maka itu adalah bentuk ketidakadilan sosial.

Sementara itu, H. Juddin, M.Pd., Plt Kadis Koperindag Kabupaten Sarolangun, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon menyampaikan bahwa pemerintah daerah sudah melakukan langkah cepat.

“Pemda Sarolangun sudah mengadakan rapat terkait kelangkaan LPG 3 kg ini. Dari hasil komunikasi kami dengan Pertamina, pemasukan atau pasokan LPG 3 kg ke Sarolangun berjalan normal,” jelasnya.



Ia menegaskan pihaknya akan memanggil agen dan pengecer yang diduga melanggar aturan.

“Kami akan memanggil agen gas dan pengecer yang nakal. Jika terbukti bermain atau melanggar ketentuan distribusi, akan kami tindak tegas,” ujar H. Juddin.



Lebih lanjut, H. Juddin juga menghimbau partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan.

“Kami menghimbau seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengawasi distribusi gas LPG 3 kg. Jika ditemukan pelanggaran di lapangan, segera laporkan kepada pihak terkait agar dapat ditindaklanjuti,” tambahnya.



Menanggapi hal tersebut, Fauzan menyatakan akan ikut mengawal proses pengawasan agar tidak berhenti pada imbauan semata.

“Kami akan kawal bersama masyarakat. Jangan sampai pengawasan hanya jadi slogan. Kalau memang pasokan normal, maka distribusinya harus sampai ke tangan rakyat tanpa permainan,” pungkasnya.



Masyarakat kini menunggu langkah konkret pemerintah daerah dalam memastikan distribusi LPG 3 kg berjalan transparan, adil, dan tepat sasaran.

Baca Juga :  Devil in a Blue Dress : PDF

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

“Skandal Dana DAK Mengemuka: Gubernur Jambi di Tengah Pusaran Pertanyaan Publik”
Gubernur Jambi dan Bayang-Bayang Kasus DAK: Transparansi yang Diuji di Panggung Hukum
Transparansi Anggaran DAK Pendidikan: Dugaan Korupsi di Era Kepemimpinan Provinsi Jambi
Satu Tahun Al-Haris di Periode ke 2, “Ketika Beton Lebih Cepat Tumbuh Daripada Lapangan Kerja, Ada Yang Salah Dengan Arah Pembangunan Jambi.”
GERAKAN MAHASISWA SAROLANGUN JAMBI (GEMSAR) MENGECAM TINDAKAN KEPALA DESA MUARA CUBAN TERHADAP OPERASIONAL ALAT BERAT & BBM SOLAR
Kasus dugaan korupsi DAK SMK fisik TA. 2022 dan DAK fisik 2024, APIP-JAMBI Desak KPK RI untuk periksa Kabid SMK (H) dan Kabid SMA (Z H).
1 Tahun Kepemimpinan Maulana-diza,Puluhan mahasiswa dan pemuda menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Jambi.
🔥 PPL Jambi Desak Cabut Izin PT BSA di Muara Tabir: “Audit Total, Kembalikan Lahan ke Rakyat!”

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:53 WIB

“Skandal Dana DAK Mengemuka: Gubernur Jambi di Tengah Pusaran Pertanyaan Publik”

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:46 WIB

Gubernur Jambi dan Bayang-Bayang Kasus DAK: Transparansi yang Diuji di Panggung Hukum

Selasa, 3 Maret 2026 - 02:03 WIB

Aktivis Jambi: Penyebutan Gubernur Jambi Al Haris dalam Persidangan Korupsi DAK Rp21,8 Miliar Harus Dijelaskan ke Publik

Selasa, 3 Maret 2026 - 01:35 WIB

Satu Tahun Al-Haris di Periode ke 2, “Ketika Beton Lebih Cepat Tumbuh Daripada Lapangan Kerja, Ada Yang Salah Dengan Arah Pembangunan Jambi.”

Rabu, 25 Februari 2026 - 15:57 WIB

1 Tahun Kepemimpinan Maulana-diza,Puluhan mahasiswa dan pemuda menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Jambi.

Kamis, 19 Februari 2026 - 17:24 WIB

MAHASISWA JAMBI LAPORKAN DINKES TANJAB TIMUR KE KEMENKES, TERKAIT PELANGGARAN PENGELOLAAN LIMBAH B3 DI PUSKESMAS

Minggu, 11 Januari 2026 - 00:19 WIB

Dana Siluman 57 Milyar Pada APBD Jambi 2026: Pelanggaran Hukum dan Pengkhianatan Mandat Rakyat

Selasa, 6 Januari 2026 - 21:23 WIB

Mhd Iidfi Hanif: HUT Ke-69 Jambi Harus Jadi Momentum Evaluasi dan Keberpihakan pada Rakyat

Berita Terbaru