Muara Tabir — Suasana mediasi kasus dugaan penipuan nasabah Bank Mandiri KCP Muara Tabir memanas, Jumat (08/05/2026). Puluhan nasabah bersama tokoh masyarakat memadati lokasi mediasi untuk menuntut kepastian dan pertanggungjawaban pihak bank atas kerugian yang dialami masyarakat.
Pertemuan tersebut dihadiri Camat Muara Tabir, Kapolsek Muara Tabir, pihak Bank Mandiri Provinsi Jambi, Kepala Desa Pintas Tuo, Aktivis Muara Tabir Fauzan, serta para korban dan perwakilan kelompok tani.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam hasil mediasi, pihak Bank Mandiri menyatakan akan melakukan investigasi khusus pada Mei 2026, dimulai 12 Mei hingga 31 Mei 2026, dan hasil investigasi dijanjikan diumumkan pada minggu pertama Juni 2026.
Namun sejumlah nasabah mengaku kecewa karena hingga saat ini belum ada kepastian terkait pengembalian dana korban.
Nasabah Suhayrie dalam forum mediasi meminta pihak bank tidak bertele-tele dalam menyelesaikan persoalan yang sudah membuat masyarakat resah.
“Kami hanya ingin hak kami kembali. Uang itu hasil kerja dan usaha kami bertahun-tahun. Jangan sampai masyarakat kecil dipermainkan dan dibiarkan menunggu tanpa kepastian,” tegas Suhayrie.
Hal senada disampaikan Azizurhaman yang meminta pihak Bank Mandiri segera menunjukkan tanggung jawab nyata kepada para korban.
“Kalau memang serius menyelesaikan masalah ini, jangan hanya janji investigasi. Masyarakat butuh kepastian dan tindakan nyata. Jangan sampai kepercayaan masyarakat hancur,” ujarnya.
Sementara itu, Julianto selaku perwakilan korban dari kelompok tani menegaskan bahwa kasus tersebut telah berdampak besar terhadap aktivitas dan kondisi ekonomi para petani.
“Banyak anggota kelompok tani yang menaruh harapan dan simpanan mereka di bank. Ini bukan uang sedikit. Kalau masalah ini lambat diselesaikan, dampaknya langsung terasa kepada ekonomi keluarga dan usaha tani masyarakat,” kata Julianto.
Kepala Desa Pintas Tuo juga meminta pihak Bank Mandiri terbuka dan tidak menutup-nutupi persoalan yang sedang terjadi.
“Kami hadir membela masyarakat. Jangan sampai rakyat kecil kehilangan kepercayaan kepada lembaga perbankan akibat kasus seperti ini,” ujar Kades Pintas Tuo.
Aktivis Muara Tabir, Fauzan, menegaskan pihaknya bersama masyarakat akan terus mengawal kasus tersebut sampai ada penyelesaian yang jelas.
“Hari ini masyarakat datang membawa keresahan dan tuntutan keadilan. Kalau penanganannya lamban dan tidak transparan, kami siap membawa persoalan ini lebih besar lagi. Jangan main-main dengan uang rakyat,” tegas Fauzan.
Mediasi akhirnya ditutup dengan penandatanganan berita acara oleh pihak Bank Mandiri, perwakilan nasabah, Kapolsek Muara Tabir, dan Camat Muara Tabir sebagai bentuk komitmen awal penyelesaian kasus yang kini menjadi sorotan publik di Muara Tabir dan Kabupaten Tebo.








