TEBO 27 April 2026 – Kepala Desa Pintas Tuo menyampaikan usulan tegas di hadapan Anggota DPR RI, H. Bakri, jajaran Kementerian Pekerjaan Umum, Kepala Balai, serta Bupati Tebo terkait kondisi jalan penghubung menuju Muara Tabir yang hingga kini dinilai belum tertangani secara maksimal.
Dalam pertemuan tersebut, Kades Pintas Tuo menyoroti status jalan yang saat ini merupakan kewenangan pemerintah provinsi, namun dinilai belum mampu memberikan solusi tuntas atas kerusakan yang terus berulang.
“Jika pemerintah provinsi tidak mampu menyelesaikan jalan ini secara menyeluruh, maka sebaiknya status jalan diusulkan menjadi jalan nasional. Ini demi kepentingan masyarakat luas, khususnya kelancaran roda perekonomian di Muara Tabir,” tegasnya.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga mengkritik pola pembangunan yang dinilai tidak berkelanjutan. Menurutnya, perbaikan jalan yang dilakukan selama ini terkesan parsial dan tidak menyentuh akar masalah.
“Jangan lagi bangun sepotong-sepotong. Bangun pangkal, ujungnya rusak. Bangun ujung, pangkalnya hancur. Akhirnya jalan ini seperti jadi jalan musiman. Setiap musim politik baru diperhatikan,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Kondisi tersebut, lanjutnya, sangat merugikan masyarakat, terutama dalam distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, hingga layanan kesehatan. Jalan yang rusak parah membuat aktivitas ekonomi tersendat dan meningkatkan biaya logistik warga.
Usulan peningkatan status jalan menjadi jalan nasional diharapkan dapat membuka peluang penanganan yang lebih serius dan terintegrasi oleh pemerintah pusat, sehingga pembangunan tidak lagi bersifat tambal sulam.
Masyarakat Muara Tabir pun berharap agar pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dapat segera melakukan kajian dan mengambil langkah konkret demi memastikan akses jalan yang layak dan berkelanjutan.
“Ini bukan sekadar jalan, ini urat nadi ekonomi masyarakat. Kalau akses lumpuh, maka kehidupan masyarakat juga ikut lumpuh,” tutupnya.






