80 Tahun Merdeka: Negeri Ini Masih Suka Membohongi Dirinya Sendiri

Avatar

- Redaksi

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok.istimewa

Dok.istimewa

RADIXNEWS,.Jambi 16 Agustus 2025-Delapan puluh tahun merdeka, tapi rakyat masih harus bertanya: merdeka untuk siapa?

Kita mungkin telah mengusir penjajah asing, tapi kita membiarkan penjajahan baru tumbuh subur—lebih halus, lebih licik, dan sering kali dilindungi oleh undang-undang yang dibuat sendiri.

Pemerintah berbicara tentang kemajuan, tetapi di pelosok negeri anak-anak masih belajar di lantai tanah. Mereka berpidato tentang keadilan, sementara hukum hanya berani keras pada yang lemah dan membungkuk di hadapan yang kuat. Mereka memamerkan angka pertumbuhan, tapi lupa bahwa perut rakyat tak pernah kenyang dengan statistik.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pembangunan kini sering jadi panggung pencitraan. Jalan mulus menuju bandara dibangun, tapi jalan desa tetap berlobang. Gedung megah berdiri di pusat kota, tapi rumah sakit daerah kekurangan tenaga dan obat. Uang rakyat habis untuk proyek-proyek yang menguntungkan segelintir orang, sementara rakyat diminta bersabar, terus bersabar, dan kembali bersabar.

Inilah ironi kemerdekaan kita: setiap tahun kita merayakannya, tetapi setiap tahun pula kita mengulang keluhan yang sama. Kita menyanyikan lagu perjuangan, tapi membiarkan pengkhianatan terhadap cita-cita kemerdekaan terjadi di depan mata.

Kemerdekaan bukan sekadar upacara dan bendera di tiang. Ia adalah keberanian untuk menegakkan kebenaran meski melawan arus kekuasaan. Ia adalah kesanggupan memihak pada rakyat meski mengorbankan kenyamanan para elit.

Selama pemerintah lebih sibuk menjaga kursinya daripada menjaga nasib rakyatnya, selama uang negara lebih aman di rekening pribadi daripada di kantong rakyat, selama itu pula kemerdekaan ini hanyalah cerita indah di buku sejarah—bukan kenyataan yang dirasakan oleh semua.

Jika para pendiri bangsa dulu rela mengorbankan nyawa untuk kemerdekaan, mengapa hari ini begitu banyak yang rela mengorbankan rakyat demi kekuasaan?

Baca Juga :  Sınırsız Güç: Kişisel Başarıda Zirveye Ulaşmanın Yolu : Çevrimiçi Kitap Arşivi

Editor : Admin

Berita Terkait

KOPRI PMII Universitas Jambi Gelar Diskusi Hari Perempuan, Angkat Isu Gender, Keislaman, dan Kriminalitas
Warga Sumatra Mendorong Transformasi Polri: Penguatan Semangat ‘Presisi’ Menuju Institusi yang Lebih Humanis
Gelombang kekecewaan terhadap kondisi daerah akhirnya memuncak. Pemuda, mahasiswa, dan masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur bersiap turun ke jalan
“Skandal Dana DAK Mengemuka: Gubernur Jambi di Tengah Pusaran Pertanyaan Publik”
Gubernur Jambi dan Bayang-Bayang Kasus DAK: Transparansi yang Diuji di Panggung Hukum
Transparansi Anggaran DAK Pendidikan: Dugaan Korupsi di Era Kepemimpinan Provinsi Jambi
Aktivis Jambi: Penyebutan Gubernur Jambi Al Haris dalam Persidangan Korupsi DAK Rp21,8 Miliar Harus Dijelaskan ke Publik
Satu Tahun Al-Haris di Periode ke 2, “Ketika Beton Lebih Cepat Tumbuh Daripada Lapangan Kerja, Ada Yang Salah Dengan Arah Pembangunan Jambi.”

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:25 WIB

KOPRI PMII Universitas Jambi Gelar Diskusi Hari Perempuan, Angkat Isu Gender, Keislaman, dan Kriminalitas

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:48 WIB

Gelombang kekecewaan terhadap kondisi daerah akhirnya memuncak. Pemuda, mahasiswa, dan masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur bersiap turun ke jalan

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:53 WIB

“Skandal Dana DAK Mengemuka: Gubernur Jambi di Tengah Pusaran Pertanyaan Publik”

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:46 WIB

Gubernur Jambi dan Bayang-Bayang Kasus DAK: Transparansi yang Diuji di Panggung Hukum

Selasa, 3 Maret 2026 - 02:03 WIB

Aktivis Jambi: Penyebutan Gubernur Jambi Al Haris dalam Persidangan Korupsi DAK Rp21,8 Miliar Harus Dijelaskan ke Publik

Selasa, 3 Maret 2026 - 01:35 WIB

Satu Tahun Al-Haris di Periode ke 2, “Ketika Beton Lebih Cepat Tumbuh Daripada Lapangan Kerja, Ada Yang Salah Dengan Arah Pembangunan Jambi.”

Sabtu, 28 Februari 2026 - 19:51 WIB

GERAKAN MAHASISWA SAROLANGUN JAMBI (GEMSAR) MENGECAM TINDAKAN KEPALA DESA MUARA CUBAN TERHADAP OPERASIONAL ALAT BERAT & BBM SOLAR

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:59 WIB

Kasus dugaan korupsi DAK SMK fisik TA. 2022 dan DAK fisik 2024, APIP-JAMBI Desak KPK RI untuk periksa Kabid SMK (H) dan Kabid SMA (Z H).

Berita Terbaru