
RADIXNEWS, JAMBI – Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional, Korps PMII Putri (KOPRI) Komisariat Universitas Jambi menyelenggarakan diskusi publik bertajuk “Melampaui Seremoni: Memaknai Hari Perempuan sebagai Ruang Narasi, Nalar, Aksi, dan Literasi.” Kegiatan tersebut dilaksanakan di lingkungan Lentera Cafe dan diikuti oleh mahasiswa dari kader PMII.
Diskusi ini menghadirkan pembahasan mengenai posisi perempuan dalam perspektif keislaman serta keterlibatan perempuan dalam ruang sosial dan politik. Selain itu, forum juga menyinggung berbagai kasus kriminalitas di Indonesia yang kerap menempatkan perempuan sebagai kelompok yang rentan terhadap kekerasan dan diskriminasi.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat respons yang cukup baik dari para peserta. Antusiasme terlihat dari tingginya partisipasi mahasiswa dalam sesi diskusi, di mana berbagai pertanyaan dan pandangan muncul terkait relasi gender, tafsir keagamaan, hingga peran perempuan dalam kehidupan sosial.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua KOPRI Komisariat Universitas Jambi, Hanifia Adriana dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membuka ruang refleksi bagi mahasiswa agar isu perempuan tidak hanya dipahami sebagai agenda peringatan tahunan.
“Diskusi seperti ini penting agar mahasiswa memiliki ruang untuk membaca realitas yang ada di sekitar mereka. Isu perempuan tidak bisa dipandang sebagai isu pinggiran, karena ia berkaitan langsung dengan persoalan keadilan dalam masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wanda Ulfia Ramadani selaku Ketua Pelaksana menyampaikan bahwa diskusi ini diharapkan dapat menjadi awal dari ruang dialog yang lebih luas di kalangan mahasiswa.
“Antusiasme peserta menunjukkan bahwa mahasiswa sebenarnya memiliki kepedulian terhadap persoalan perempuan. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus diadakan agar ruang dialog dan pertukaran gagasan tetap hidup di lingkungan kampus,” ungkapnya.
Selain mengadakan diskusi, KOPRI Komisariat Universitas Jambi juga menjalankan program literasi seperti membuka lapak baca gratis bagi mahasiswa serta menyelenggarakan kegiatan bedah buku yang mengangkat berbagai karya tentang isu perempuan dan persoalan sosial.
Melalui kegiatan tersebut, KOPRI berharap momentum Hari Perempuan Internasional tidak hanya menjadi peringatan simbolik, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk memperkuat kesadaran mahasiswa terhadap persoalan perempuan di masyarakat.
Editor : ADMIN



