RadixNews-Yogyakarta – Suasana hangat terasa di Rumah Basamo, Jln. Selada, Nologaten, Yogyakarta, pada Jumat malam (3/10/2025). Puluhan mahasiswa pascasarjana berkumpul dalam kegiatan Belajar Basamo yang digagas oleh Keluarga Mahasiswa Pascasarjana (KMP) Jambi-Yogyakarta. Dengan tema “Menjelajah Dunia Kecerdasan Buatan, Dari Ide ke Algoritma: Cara Cerdas Memulai Penelitian Berbasis AI” acara ini menjadi ruang belajar bersama yang menyatukan semangat akademik dan kekeluargaan.
Dua pembicara dihadirkan untuk memperkaya wawasan peserta. Fadhli Muhaimin Ishaq, SH, M.H, awardee beasiswa unggulan, mengatakan bahwa “ sekarang adalah era AI, artinya kawan kawan punya pilihan untuk mengikuti zaman atau tertinggal dengan zaman. AI adalah tools untuk mempermudah tapi harus dikontrol penggunaannya
Sementara itu, Izhar Hafni, S.Pd, founder geo.edukasi, mengingatkan bahwa kecerdasan buatan pada dasawarsa ini adalah bagian penting dalam memfasilitasi pendidikan sembari menekankan peran mahasiswa untuk selalu melalukan crosscheck agar nilai kritis dan humanis dari sebuah penulisan akademik tetap terpelihara.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Selanjutnya , Ariyan aprizan menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta. “Kegiatan Belajar Basamo ini kami desain bukan hanya sebagai forum diskusi ilmiah, tetapi juga sebagai wadah kebersamaan. Harapan kami, teman-teman mahasiswa pascasarjana berani mengeksplorasi potensi penelitian baru, khususnya dalam bidang kecerdasan buatan yang kini menjadi tren global,”ungkapnya.
Diskusi berlangsung interaktif. Para peserta antusias bertanya tentang peluang riset AI, penerapan algoritma, hingga tantangan etika dalam pemanfaatan teknologi ini. Salah satu peserta Amin Rizki mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari kegiatan ini. “Selama ini saya hanya mengenal ai secara umum, tetapi lewat diskusi ini jadi tahu bagaimana menetapkan dalam penelitian. Ini sangat membuka pikiran dan motivasi saya untuk lebih serius menggarap riset,” tuturnya
Dengan berakhirnya diskusi, para peserta pulang membawa pengetahuan baru sekaligus semangat untuk mengembangkan penelitian di bidang yang sedang berkembang pesat. “Belajar Basamo”malam membuktikan bahwa semangat belajar bersama tidak hanya memperkuat intelektual, tetapi juga mempererat persaudaraan mahasiswa Jambi di tanah rantau.
Editor : Mujib Barohman
Sumber Berita : Istimewa


