APBD TAHUN DEMI TAHUN MEROSOT GUBERNUR JAMBI MEMIMPIN MENGGUNAKAN AUTO PILOT

Avatar

- Redaksi

Sabtu, 29 November 2025 - 22:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jambi Tak Akan Maju Jika Pola Pengelolaan Anggaran Tetap Seperti Ini
Oleh: Fauzan

Provinsi Jambi hari ini seperti rumah yang semakin runtuh, tetapi pemiliknya tetap sibuk mengecat dinding.
APBD merosot, pembangunan tertahan, keluhan publik meninggi — tetapi yang mendapat perhatian justru **rehab kantor**, seolah itu kebutuhan mendesak rakyat.

Sebagai penulis opini, saya melihat fenomena ini bukan lagi soal teknis anggaran, tetapi soal **gaya kepemimpinan** yang menurut banyak kalangan sudah jauh dari harapan.



## **APBD Menurun, Tetapi Reaksi Pemerintah Seperti Tidak Ada Darurat**

Dalam kacamata opini saya, penurunan APBD selama beberapa tahun terakhir menunjukkan ketidakmampuan pemerintah provinsi membaca arah ekonomi dan kebutuhan daerah.

Pemerintah terlihat menjalankan roda birokrasi seperti tidak ada krisis fiskal.
Seakan-akan merosotnya APBD adalah hal biasa — padahal publik melihatnya sebagai **sinyal bahaya**, bahkan sinyal kegagalan manajemen.

Banyak warga mempertanyakan, dan dalam opini saya wajar jika mereka bertanya:
**”Bagaimana mungkin APBD terus turun, tapi tidak ada terobosan dibuat?”**



## **Rehab Kantor Seperti Tradisi Baru, Sementara Rakyat Menunggu Pembangunan Nyata**

Salah satu hal yang paling menyayat logika publik adalah fenomena **menumpuknya proyek rehabilitasi kantor di PUPR**.

Jika dilihat dari kacamata opini, ini adalah gambaran paling ekstrem dari ketidakjelasan prioritas pembangunan.

Jalan rusak dibiarkan.
Akses publik banyak yang menunggu.
Infrastruktur dasar tertinggal.
Tapi gedung-gedung internal pemerintah justru *dibenahi berkali-kali.*

Dalam opini saya, inilah yang membuat publik semakin emosional.
Banyak yang mulai menyindir:
**“Jambi ini sedang membangun daerah atau membangun kenyamanan kursi di kantor?”**



## **Kepemimpinan Dianggap Tidak Sensitif Terhadap Kondisi Daerah**

Opini saya melihat bahwa banyak kritik tajam muncul karena masyarakat merasa gubernur tidak membaca apa yang sebenarnya dibutuhkan daerah.

Penurunan APBD adalah peringatan keras,
tetapi pemerintah terkesan tidak memberikan reaksi cepat atau strategi besar untuk membalik keadaan.

Ketika proyek-proyek internal lebih banyak diperhatikan dibanding kebutuhan masyarakat, wajar jika publik menilai bahwa kepemimpinan hari ini **kurang responsif dan kurang adaptif**.



## **Jika Pola Ini Dibiarkan, Masa Depan Jambi Akan Gelap**

Dalam opini saya, Jambi sedang bergerak ke arah yang berbahaya:
anggaran mengecil, pembangunan tersendat, dan arah pemerintahan terlihat redup.

Potensi Jambi besar, tetapi potensi tidak berarti apa-apa jika anggaran terus menurun sementara fokus pembangunan tidak diarahkan kepada kebutuhan nyata masyarakat.

Jika pola ini tidak berubah, opini saya mengatakan:
**Jambi akan tertinggal jauh — bukan karena kurang potensi, tetapi karena buruknya prioritas.**



FAUZAN AKTIVIS JAMBI

Ini bukan serangan.
Ini peringatan.
Peringatan dari suara publik, aktivis, akademisi, dan siapapun yang masih peduli bahwa Jambi tidak selayaknya dikelola dengan cara seperti ini.

Pemerintah harus berbenah.
Jika tidak, sejarah akan mencatat bukan hanya penurunan APBD,
tetapi penurunan kualitas kepemimpinan.

Baca Juga :  Mile High | Free Download

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

KOPRI PMII Universitas Jambi Gelar Diskusi Hari Perempuan, Angkat Isu Gender, Keislaman, dan Kriminalitas
Gelombang kekecewaan terhadap kondisi daerah akhirnya memuncak. Pemuda, mahasiswa, dan masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur bersiap turun ke jalan
“Skandal Dana DAK Mengemuka: Gubernur Jambi di Tengah Pusaran Pertanyaan Publik”
Gubernur Jambi dan Bayang-Bayang Kasus DAK: Transparansi yang Diuji di Panggung Hukum
Transparansi Anggaran DAK Pendidikan: Dugaan Korupsi di Era Kepemimpinan Provinsi Jambi
Satu Tahun Al-Haris di Periode ke 2, “Ketika Beton Lebih Cepat Tumbuh Daripada Lapangan Kerja, Ada Yang Salah Dengan Arah Pembangunan Jambi.”
GERAKAN MAHASISWA SAROLANGUN JAMBI (GEMSAR) MENGECAM TINDAKAN KEPALA DESA MUARA CUBAN TERHADAP OPERASIONAL ALAT BERAT & BBM SOLAR
Kasus dugaan korupsi DAK SMK fisik TA. 2022 dan DAK fisik 2024, APIP-JAMBI Desak KPK RI untuk periksa Kabid SMK (H) dan Kabid SMA (Z H).

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:25 WIB

KOPRI PMII Universitas Jambi Gelar Diskusi Hari Perempuan, Angkat Isu Gender, Keislaman, dan Kriminalitas

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:48 WIB

Gelombang kekecewaan terhadap kondisi daerah akhirnya memuncak. Pemuda, mahasiswa, dan masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur bersiap turun ke jalan

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:53 WIB

“Skandal Dana DAK Mengemuka: Gubernur Jambi di Tengah Pusaran Pertanyaan Publik”

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:46 WIB

Gubernur Jambi dan Bayang-Bayang Kasus DAK: Transparansi yang Diuji di Panggung Hukum

Selasa, 3 Maret 2026 - 02:03 WIB

Aktivis Jambi: Penyebutan Gubernur Jambi Al Haris dalam Persidangan Korupsi DAK Rp21,8 Miliar Harus Dijelaskan ke Publik

Selasa, 3 Maret 2026 - 01:35 WIB

Satu Tahun Al-Haris di Periode ke 2, “Ketika Beton Lebih Cepat Tumbuh Daripada Lapangan Kerja, Ada Yang Salah Dengan Arah Pembangunan Jambi.”

Sabtu, 28 Februari 2026 - 19:51 WIB

GERAKAN MAHASISWA SAROLANGUN JAMBI (GEMSAR) MENGECAM TINDAKAN KEPALA DESA MUARA CUBAN TERHADAP OPERASIONAL ALAT BERAT & BBM SOLAR

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:59 WIB

Kasus dugaan korupsi DAK SMK fisik TA. 2022 dan DAK fisik 2024, APIP-JAMBI Desak KPK RI untuk periksa Kabid SMK (H) dan Kabid SMA (Z H).

Berita Terbaru