KPK DI JAMBI SEPERTI MACAN PATAH TARING — ADA TAPI TAKUT MENGAUM!”

Avatar

- Redaksi

Senin, 1 Desember 2025 - 13:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy





Oleh: Fauzan, Aktivis Antikorupsi

Sudah terlalu lama masyarakat Jambi menunggu hadirnya KPK sebagai penebas akar korupsi. Namun yang terlihat justru sebaliknya: KPK seperti macan yang sengaja dipatahkan taringnya. Ada tubuhnya, ada suaranya, tapi tidak lagi melompat, tidak lagi mencakar, dan tidak lagi menggigit.

. Setelah Kasus Besar, KPK Seolah Mati Mesin

Paska penindakan besar bertahun lalu, Jambi justru tenggelam dalam keheningan.
Tidak ada gebrakan baru, tidak ada pengusutan lanjutan, tidak ada penyapuan bersih.

Yang tersisa hanyalah jejak kasus lama tanpa keberanian untuk membuka simpul-simpul berikutnya.
Ini bukan sekadar kelambanan. Ini sudah seperti kemandekan yang disengaja.

. Proyek Proyek Rawan Seperti Dihalalkan

Setiap tahun publik menyaksikan:

* proyek mangkrak,
* permainan anggaran,
* pengulangan modus lama,
* serta pola penyimpangan yang bahkan bisa ditebak.

Jika tanda-tanda ini tidak membuat KPK turun dengan tegas, maka publik wajar menilai:

> “KPK hadir di Jambi hanya sebagai papan nama, bukan penjaga negara.”

. Laporan Publik Tidak Ditutup, Tapi Dikubur

Belasan laporan masyarakat masuk.
Sebagian lengkap, sebagian dengan bukti awal kuat.
Tapi nasibnya sama: diarsipkan dalam senyap.

Tidak ada tindak lanjut yang jelas.
Tidak ada transparansi.

Dan dalam kondisi itu, masyarakat akhirnya menyimpulkan:

KPK lebih memilih kenyamanan birokrasi daripada keberanian moral.

. OTT Bukan Sekadar Berkurang — Tapi Seperti Dimatikan

Ketiadaan OTT bukan sekadar indikator minimnya kasus, tetapi *hilangnya keberanian menantang jaringan kekuasaan lokal*.
Jambi menjadi contoh betapa lemahnya respon KPK saat berhadapan dengan daerah yang korupsinya sudah berurat akar.

Tanpa OTT, tanpa pendalaman, tanpa gebrakan—KPK di Jambi seperti hanya datang untuk foto dan rapat.

. Jambi Tidak Butuh Turis Berlogo KPK

Yang dibutuhkan rakyat bukan kunjungan seremonial, bukan sosialisasi pencegahan yang isinya hanya slide PowerPoint, bukan pertemuan formal yang tidak menghasilkan apa-apa.

Jambi butuh:

tindakan,
pembongkaran jaringan,
keberanian memotong rantai korupsi,
dan sikap tegas yang tidak memilih-milih siapa yang disentuh.

Jika itu tidak bisa diberikan, maka narasi “KPK melemah” bukan lagi opini—melainkan realitas yang terpampang jelas.



: Seruan untuk KPK

Sebagai aktivis, saya menyampaikan dengan lantang:

KPK harus berhenti menjadi penonton di Jambi. Jika tidak berani bertindak, maka KPK sedang mengkhianati mandat rakyat.

Jambi butuh KPK yang bertaring, bukan KPK yang hanya berkunjung lalu pulang.

Baca Juga :  GUIDE DE VOYAGE DE LA NOUVELLE-ORLÉANS 2026: Découvrez le riche patrimoine et l'atmosphère animée des États-Unis - eBook [PDF, EPUB]

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

KOPRI PMII Universitas Jambi Gelar Diskusi Hari Perempuan, Angkat Isu Gender, Keislaman, dan Kriminalitas
Gelombang kekecewaan terhadap kondisi daerah akhirnya memuncak. Pemuda, mahasiswa, dan masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur bersiap turun ke jalan
“Skandal Dana DAK Mengemuka: Gubernur Jambi di Tengah Pusaran Pertanyaan Publik”
Gubernur Jambi dan Bayang-Bayang Kasus DAK: Transparansi yang Diuji di Panggung Hukum
Transparansi Anggaran DAK Pendidikan: Dugaan Korupsi di Era Kepemimpinan Provinsi Jambi
Satu Tahun Al-Haris di Periode ke 2, “Ketika Beton Lebih Cepat Tumbuh Daripada Lapangan Kerja, Ada Yang Salah Dengan Arah Pembangunan Jambi.”
GERAKAN MAHASISWA SAROLANGUN JAMBI (GEMSAR) MENGECAM TINDAKAN KEPALA DESA MUARA CUBAN TERHADAP OPERASIONAL ALAT BERAT & BBM SOLAR
Kasus dugaan korupsi DAK SMK fisik TA. 2022 dan DAK fisik 2024, APIP-JAMBI Desak KPK RI untuk periksa Kabid SMK (H) dan Kabid SMA (Z H).

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:25 WIB

KOPRI PMII Universitas Jambi Gelar Diskusi Hari Perempuan, Angkat Isu Gender, Keislaman, dan Kriminalitas

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:48 WIB

Gelombang kekecewaan terhadap kondisi daerah akhirnya memuncak. Pemuda, mahasiswa, dan masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur bersiap turun ke jalan

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:53 WIB

“Skandal Dana DAK Mengemuka: Gubernur Jambi di Tengah Pusaran Pertanyaan Publik”

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:46 WIB

Gubernur Jambi dan Bayang-Bayang Kasus DAK: Transparansi yang Diuji di Panggung Hukum

Selasa, 3 Maret 2026 - 02:03 WIB

Aktivis Jambi: Penyebutan Gubernur Jambi Al Haris dalam Persidangan Korupsi DAK Rp21,8 Miliar Harus Dijelaskan ke Publik

Selasa, 3 Maret 2026 - 01:35 WIB

Satu Tahun Al-Haris di Periode ke 2, “Ketika Beton Lebih Cepat Tumbuh Daripada Lapangan Kerja, Ada Yang Salah Dengan Arah Pembangunan Jambi.”

Sabtu, 28 Februari 2026 - 19:51 WIB

GERAKAN MAHASISWA SAROLANGUN JAMBI (GEMSAR) MENGECAM TINDAKAN KEPALA DESA MUARA CUBAN TERHADAP OPERASIONAL ALAT BERAT & BBM SOLAR

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:59 WIB

Kasus dugaan korupsi DAK SMK fisik TA. 2022 dan DAK fisik 2024, APIP-JAMBI Desak KPK RI untuk periksa Kabid SMK (H) dan Kabid SMA (Z H).

Berita Terbaru