Sarolangun — Aktivis sosial Fauzan melayangkan ultimatum keras kepada pimpinan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Jambi untuk segera mencopot Kepala Unit Bukit Suban, KCP Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, yang dinilai gagal total memimpin pelayanan dan membiarkan masyarakat menjadi korban buruknya kinerja internal.
Desakan ini mencuat setelah gelombang keluhan nasabah terus bermunculan. Masyarakat mengaku harus menunggu berjam-jam, menghadapi pelayanan lamban, minim kepastian, dan sikap pegawai yang dinilai tidak menunjukkan profesionalitas sebagai pelayan publik.
Bagi Fauzan, situasi ini bukan lagi kesalahan teknis biasa, melainkan potret bobroknya kepemimpinan yang telah mencederai kepercayaan rakyat terhadap bank milik negara.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau kepala unit tidak mampu mengendalikan bawahannya dan justru membiarkan rakyat dipermainkan dengan antrean panjang tanpa kepastian, maka dia wajib dicopot. Tidak ada alasan untuk dipertahankan.” tegas Fauzan.
Ia menuding pimpinan BRI Cabang Jambi telah lalai melakukan pengawasan, karena persoalan pelayanan di Unit Bukit Suban terus berulang tanpa tindakan nyata.
“Jangan duduk nyaman di kantor cabang sambil menelan laporan manis bawahan. Turun ke lapangan, buka mata, lihat sendiri bagaimana rakyat dipaksa menunggu seperti tidak punya harga diri.”
Fauzan menilai pembiaran ini sangat memalukan bagi institusi sebesar Bank Rakyat Indonesia (BRI), yang selama ini mengusung citra bank rakyat namun di lapangan justru terkesan gagal memenuhi hak dasar nasabah.
“BRI ini bank rakyat, bukan kerajaan kecil tempat pejabat unit merasa kebal dari evaluasi. Kalau pelayanan hancur begini lalu pimpinan diam, publik patut curiga ada pembiaran sistematis.”
Ia menegaskan bahwa warga Kecamatan Air Hitam bukan sekadar angka statistik nasabah. Mereka datang dari desa-desa jauh, mengorbankan waktu, tenaga, dan biaya. Ketika mereka dipaksa menunggu tanpa kepastian, itu adalah bentuk pelecehan terhadap martabat masyarakat.
“Rakyat datang membawa kepercayaan, bukan meminta belas kasihan. Kalau terus diperlakukan begini, maka Kepala Unit Bukit Suban telah gagal memahami arti jabatan dan wajib disingkirkan.”
Fauzan memberikan peringatan terbuka kepada Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Jambi: bila dalam waktu dekat tidak ada evaluasi total dan pencopotan Kepala Unit Bukit Suban, maka kemarahan publik akan berubah menjadi gelombang protes yang lebih besar.
“Jangan tunggu rakyat turun tangan. Copot sekarang juga Kepala Unit Bukit Suban, atau BRI Cabang Jambi akan dicatat publik sebagai pihak yang melindungi kegagalan dan menutup mata atas penderitaan nasabah.”
Desakan ini menjadi tekanan serius bagi manajemen Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Jambi untuk segera memilih: membersihkan bobroknya pelayanan di Bukit Suban, atau menanggung sendiri runtuhnya kepercayaan masyarakat.











