Air Hitam, Jambi – Kesabaran masyarakat Kecamatan Air Hitam terhadap buruknya pelayanan di KCP Bank Rakyat Indonesia Air Hitam mulai habis. Keluhan soal nasabah menunggu berjam-jam, pelayanan lamban, hingga waktu ISOMA yang molor sampai pukul 14.00 WIB kini memicu desakan keras agar pimpinan wilayah Jambi segera mencopot Kepala KCP Air Hitam.
Masyarakat menilai, kondisi ini adalah bukti nyata gagalnya kepemimpinan dalam mengelola pelayanan publik. Bank milik negara yang seharusnya melayani rakyat justru dinilai membuat rakyat tersandera waktu tanpa kepastian.
“Kalau masyarakat dipaksa duduk menunggu dari pagi sampai siang tanpa kejelasan, ini bukan pelayanan, ini bentuk pembiaran dan penghinaan terhadap hak nasabah. Pimpinan seperti ini tidak layak dipertahankan,” tegas salah seorang tokoh masyarakat Air Hitam.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Kemarahan warga memuncak karena keluhan serupa disebut sudah berulang kali terjadi, namun hingga kini tidak terlihat pembenahan berarti. Banyak nasabah datang dari desa-desa jauh, meninggalkan pekerjaan dan aktivitas demi mengurus keperluan perbankan, tetapi justru dipertontonkan pelayanan yang amburadul.
Aktivis setempat menilai pimpinan wilayah Bank Rakyat Indonesia Jambi tidak boleh tutup mata.
“Kalau ini terus dibiarkan, publik patut curiga ada pembiaran sistemik. Jangan tunggu kemarahan masyarakat meledak menjadi aksi besar. Copot Kepala KCP Air Hitam sekarang juga kalau memang tidak becus mengurus pelayanan,” ujarnya lantang.
Masyarakat menegaskan, jika dalam waktu dekat tidak ada evaluasi tegas dari pimpinan wilayah, gelombang protes dan desakan terbuka akan terus digelorakan sampai ada tindakan nyata. Mereka menuntut pelayanan profesional, cepat, dan manusiawi — bukan pelayanan yang membuat rakyat menunggu tanpa kepastian.










