
RADIX NEWS, MERANGIN — Pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Tanjung Lamin, Kecamatan Pamenang Barat, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, dipastikan masuk tahap pelaksanaan fisik pada tahun 2026. Kementerian Pekerjaan Umum memperkirakan pekerjaan konstruksi mulai berjalan pada pertengahan November mendatang, dengan target fasilitas pendidikan tersebut dapat digunakan pada Juli 2027.
Kepastian itu disampaikan setelah Satuan Kerja (Satker) Wilayah Provinsi Jambi melakukan peninjauan lokasi bersama Pemerintah Kabupaten Merangin dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Kunjungan tersebut mencakup pengawasan, evaluasi, serta koordinasi mengenai rencana pembangunan sekolah.
Kepala Satker Kementerian Pekerjaan Umum Provinsi Jambi, Edi Putra, mengatakan tahapan berikutnya setelah peninjauan adalah penyusunan perencanaan sebelum pekerjaan fisik dimulai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami bersama Bupati Merangin dan OPD lainnya sudah meninjau lokasi calon Sekolah Rakyat, tahap selanjutnya adalah perencanaan, dan diperkirakan pertengahan November mendatang pengerjaan fisik sudah mulai berjalan,” kata Edi saat meninjau lokasi, Kamis.
Rencana pembangunan ini menjadi salah satu upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Namun, sebelum fasilitas tersebut dapat digunakan, tahapan perencanaan dan pembangunan perlu diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam peninjauan tersebut adalah kesiapan lahan pembangunan. Pemerintah Kabupaten Merangin telah menyediakan lahan seluas delapan hektare di Desa Tanjung Lamin untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat.
Edi Putra mengapresiasi kesiapan pemerintah daerah yang telah menyediakan lokasi bagi proyek tersebut. Menurutnya, dukungan pemerintah kabupaten menjadi bagian penting dalam memperlancar tahapan pembangunan yang melibatkan pemerintah pusat dan daerah.
Lokasi sekolah dinilai strategis karena berada di tepi Jalan Lintas Sumatra. Letak tersebut diharapkan mendukung akses menuju kawasan sekolah, meskipun kemudahan transportasi bagi calon siswa nantinya tetap perlu disesuaikan dengan tempat tinggal dan kebutuhan masing-masing keluarga.
Edi berharap koordinasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Merangin, OPD terkait, dan masyarakat dapat terus berjalan hingga proyek selesai.
Ia juga meminta dukungan masyarakat agar proses pembangunan dapat berlangsung sesuai rencana.
“Lokasinya sangat strategis di Tanjung Lamin, tepat di tepi Jalan Lintas Sumatra. Kami mohon dukungan penuh dari Pak Bupati, OPD, dan seluruh masyarakat Merangin agar pembangunan berjalan sukses,” ujarnya.
Ketersediaan lahan menjadi langkah awal dalam pembangunan fasilitas pendidikan tersebut. Tahap berikutnya akan menentukan kesiapan bangunan, sarana pendukung, serta kelengkapan fasilitas yang dibutuhkan sebelum sekolah mulai menerima peserta didik.
Bupati Merangin Muhammad Syukur menyambut baik alokasi pembangunan Sekolah Rakyat di wilayahnya. Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas program yang dinilai dapat membuka kesempatan pendidikan lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Menurut Syukur, keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan menjadi alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan akses terhadap fasilitas pendidikan yang layak.
Ia juga menyampaikan bahwa peninjauan oleh tim Kementerian Pekerjaan Umum dan pihak balai menjadi bagian dari persiapan menuju pelaksanaan pembangunan.
“Saya atas nama pemerintah seluruh masyarakat Merangin mengucapkan terima kasih atas kebijakan serta program Sekolah Rakyat dari pemerintah pusat. Hari ini tim dari Kementerian PU dan Balai sudah turun, dan Juli 2027 sudah bisa dimanfaatkan,” kata Syukur.
Pemerintah Kabupaten Merangin berharap pembangunan tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang, terutama bagi anak-anak yang selama ini menghadapi keterbatasan dalam memperoleh layanan pendidikan.
Meski demikian, manfaat program nantinya tidak hanya ditentukan oleh tersedianya bangunan sekolah. Kesiapan tenaga pendidik, fasilitas belajar, mekanisme penerimaan siswa, serta dukungan bagi keluarga sasaran juga menjadi bagian penting yang perlu dipastikan sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan Sekolah Rakyat di Desa Tanjung Lamin dapat digunakan pada masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) Juli 2027.
Target tersebut membuat penyelesaian pekerjaan fisik pada akhir 2026 hingga beberapa bulan berikutnya menjadi tahapan yang perlu diawasi. Setelah pembangunan berjalan, perkembangan pekerjaan dan kesiapan fasilitas perlu dipastikan agar jadwal pemanfaatan tidak mengalami kendala.
Selain penyelesaian konstruksi, masyarakat juga perlu memperoleh informasi mengenai daya tampung sekolah, jenjang pendidikan yang akan diselenggarakan, persyaratan calon siswa, serta mekanisme penentuan keluarga penerima manfaat.
Informasi tersebut penting agar keluarga yang menjadi sasaran program dapat mempersiapkan diri dan memahami prosedur pendaftaran sejak awal.
Sampai seluruh tahapan tersebut dijelaskan secara resmi, target Juli 2027 perlu dipahami sebagai jadwal yang direncanakan pemerintah, bukan kepastian bahwa seluruh layanan pendidikan telah siap beroperasi.
Dengan tersedianya lahan delapan hektare dan adanya koordinasi antara pemerintah pusat serta daerah, pembangunan Sekolah Rakyat di Merangin kini memasuki tahap persiapan yang menentukan. Pelaksanaan sesuai jadwal dan kesiapan fasilitas akan menjadi faktor penting agar program tersebut benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Pemerintah daerah dan instansi pelaksana diharapkan menyampaikan perkembangan pembangunan secara berkala, sehingga masyarakat dapat memantau realisasi proyek sekaligus memperoleh kepastian mengenai kapan dan bagaimana sekolah tersebut mulai menerima siswa.
Editor : Admin
Sumber Berita : Istimewa


