Aktivitas Tambang Ilegal bebas beroperasi,Adanya dugaan Kongkalikong Kades Karang Berahi

Avatar

- Redaksi

Sabtu, 13 September 2025 - 15:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok.Aktivitas tambang di desa Karang Berahi Kab.Merangin

Dok.Aktivitas tambang di desa Karang Berahi Kab.Merangin

RADIX NEWS.Merangin 13 September 2025.- Aktivitas tambang emas ilegal di Desa Karang Berahi, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin, terus berlangsung tanpa henti. Suara mesin dompeng dan lalu-lalang pekerja masih terlihat jelas di sekitar aliran sungai dan kawasan hutan. Hingga kini, belum ada tindakan tegas dari aparat meskipun keberadaan tambang ilegal tersebut sudah lama diketahui masyarakat.
Di lokasi, para penambang menggunakan mesin dompeng untuk menyedot material tanah. Proses pencucian emas dilakukan dengan bahan kimia berbahaya seperti merkuri. Limbahnya langsung dibuang ke sungai yang sehari-hari digunakan warga untuk kebutuhan hidup.
Ancaman Lingkungan
Aktivitas tambang emas ilegal ini dikhawatirkan menimbulkan kerusakan lingkungan yang serius. Sungai yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat terancam tercemar logam berat. “Kalau air terus tercemar, kami takut anak cucu kami tidak bisa lagi menggunakannya,” ujar seorang warga Karang Berahi yang meminta namanya dirahasiakan.
Aktivis lingkungan menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh tinggal diam. “Setiap hari merkuri masuk ke sungai. Kalau dibiarkan, dampaknya bisa permanen, bukan hanya bagi Merangin tetapi juga daerah hilir yang mendapat aliran sungai ini,” katanya.
Aparat Diminta Tegas
Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai penindakan terhadap pelaku tambang emas ilegal di Karang Berahi. Aparat penegak hukum diharapkan segera bertindak sebelum kerusakan semakin meluas. “Kami butuh ketegasan. Jangan tunggu sampai lingkungan hancur baru ada aksi,” kata tokoh masyarakat setempat.
Jalan Tengah untuk Warga
Meski demikian, faktor ekonomi tetap menjadi alasan utama masyarakat terlibat dalam penambangan ilegal. Bagi sebagian warga, mendulang emas lebih cepat menghasilkan dibanding bertani atau bekerja serabutan. Karena itu, para pakar mendorong adanya solusi berupa pertambangan rakyat yang legal dan ramah lingkungan.

Baca Juga :  H-3 Idul Fitri, Kapolda Irjen Pol Krisno, Gubernur dan Forkompimda Jambi Sidak Pasar Pastikan Kestabilan Harga Bahan Pokok

“Saya sdh dua kali di panggil oleh bapak bupati merangin menyampaikan kepada saya untuk aktifitas di hentikan,alhamdulilah ada sekitar dua minggu tidak ada aktifitas, sekarang ada beberapa dompeng yg beraktifitas, alasannya sudah beli tanam tanaman warga yg ada di pulau.” Ujar Pak kades Karang Berahi,melalui pesan WhatsApp

Sampai berita ini diturunkan, aktivitas tambang emas ilegal di Desa Karang Berahi masih terus berlangsung. Sungai yang tercemar menjadi saksi bisu bagaimana janji kekayaan sesaat bisa berbalik menjadi bencana ekologis bila tidak segera ditangani.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Editor : Admin

Berita Terkait

KOPRI PMII Universitas Jambi Gelar Diskusi Hari Perempuan, Angkat Isu Gender, Keislaman, dan Kriminalitas
Warga Sumatra Mendorong Transformasi Polri: Penguatan Semangat ‘Presisi’ Menuju Institusi yang Lebih Humanis
Gelombang kekecewaan terhadap kondisi daerah akhirnya memuncak. Pemuda, mahasiswa, dan masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur bersiap turun ke jalan
“Skandal Dana DAK Mengemuka: Gubernur Jambi di Tengah Pusaran Pertanyaan Publik”
Gubernur Jambi dan Bayang-Bayang Kasus DAK: Transparansi yang Diuji di Panggung Hukum
Transparansi Anggaran DAK Pendidikan: Dugaan Korupsi di Era Kepemimpinan Provinsi Jambi
Aktivis Jambi: Penyebutan Gubernur Jambi Al Haris dalam Persidangan Korupsi DAK Rp21,8 Miliar Harus Dijelaskan ke Publik
Satu Tahun Al-Haris di Periode ke 2, “Ketika Beton Lebih Cepat Tumbuh Daripada Lapangan Kerja, Ada Yang Salah Dengan Arah Pembangunan Jambi.”

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:25 WIB

KOPRI PMII Universitas Jambi Gelar Diskusi Hari Perempuan, Angkat Isu Gender, Keislaman, dan Kriminalitas

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:48 WIB

Gelombang kekecewaan terhadap kondisi daerah akhirnya memuncak. Pemuda, mahasiswa, dan masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur bersiap turun ke jalan

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:53 WIB

“Skandal Dana DAK Mengemuka: Gubernur Jambi di Tengah Pusaran Pertanyaan Publik”

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:46 WIB

Gubernur Jambi dan Bayang-Bayang Kasus DAK: Transparansi yang Diuji di Panggung Hukum

Selasa, 3 Maret 2026 - 02:03 WIB

Aktivis Jambi: Penyebutan Gubernur Jambi Al Haris dalam Persidangan Korupsi DAK Rp21,8 Miliar Harus Dijelaskan ke Publik

Selasa, 3 Maret 2026 - 01:35 WIB

Satu Tahun Al-Haris di Periode ke 2, “Ketika Beton Lebih Cepat Tumbuh Daripada Lapangan Kerja, Ada Yang Salah Dengan Arah Pembangunan Jambi.”

Sabtu, 28 Februari 2026 - 19:51 WIB

GERAKAN MAHASISWA SAROLANGUN JAMBI (GEMSAR) MENGECAM TINDAKAN KEPALA DESA MUARA CUBAN TERHADAP OPERASIONAL ALAT BERAT & BBM SOLAR

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:59 WIB

Kasus dugaan korupsi DAK SMK fisik TA. 2022 dan DAK fisik 2024, APIP-JAMBI Desak KPK RI untuk periksa Kabid SMK (H) dan Kabid SMA (Z H).

Berita Terbaru