Bapak Gubernur Sabarudin Serbaguna, resmi dinobatkan sebagai “Ahli Manajemen Ekspektasi Tingkat Nasional.”
Alasannya sederhana: harapan masyarakat terus naik, tapi realisasinya tetap tak kelihatan.
Jalan Rusak Menjadi Aset Wisata Baru
Warga melaporkan bahwa jalan berlubang di beberapa daerah akhirnya punya fungsi baru. Bukan untuk dilalui, tapi sebagai:
Spot foto prewedding ekstrim,
Trek motorcross dadakan,
Tempat merenungi nasib sambil menghitung uang pajak.
Tempat alternatif ibu-ibu mencuci piring
Tempat menanam pisang.
Tempat mancing beberot.
“Kalau jalan mulus semua, nanti nggak ada tantangan hidup,” ujar Pak Gubernur dalam konferensi pers imajiner. “Masyarakat harus tangguh menghadapi guncangan…”
Janji Pembangunan Seperti Sinetron: Panjang, Dramatis, Tanpa Ending.
Setiap bulan, Pak Gubernur rajin mengumumkan rencana besar:
“Kita akan bangun ini!”
“Kita akan perbaiki itu!”
“Pokoknya segera!”
“Sabar nakan! “
“Samo uhang mudik la kito ini! “
Namun masyarakat mengaku bingung apa yang sebenarnya sudah selesai.
“Janji beliau tuh kayak episode sinetron Ramadan,” kata seorang aktivis fiktif, Bung Rajo Tembus Pandang.
“Panjang, penuh drama, tapi selesai-selesainya nggak kelihatan.”
Penghargaan Terus Mengalir… Dari Lembaga yang Belum Terdaftar di Google
Setiap akhir bulan, Pak Gubernur mengunggah foto menerima penghargaan baru:
Lencana Kepemimpinan Inspiratif Versi Forum Pengamat Lampu Jalan Nusantara
Piagam Manajemen Terbaik untuk Program yang Belum selesai.
Medali Emas Kategori Pemimpin Paling Sering Mengucap “Sedang Kita Usahakan”
Penghargaan pemimpin ter batu bara dari PABAJ (pengamat ayam betina atau jantan)
Saat ditanya prestasi nyata, staf menjawab:
“Tenang, prestasi itu nanti menyusul seperti proyek-proyek lainnya.”
Rakyat Mulai Curiga… Tapi Tetap Tertawa
Warga menduga bahwa gubernur sebenarnya sedang menguji kesabaran masyarakat.
“Beliau bukan gagal,” kata seorang warga dengan nada satir. “Beliau cuma lagi melakukan eksperimen sosial yang sangat mendalam.”
-Catatan : berita ini hanya fiksi jika ada kesamaan cerita, nama, itu hanyalah kebetulan belaka
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT



