Polda Jambi Meminta Seluruh Perusahaan Untuk Melengkapi Sarpras Guna Mencegah Karhutla

Avatar

- Redaksi

Senin, 5 Agustus 2024 - 19:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ditreskrimsus Polda Jambi, BPBD Provinsi Jambi, Dinas Perkebunan Provinsi Jambi dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi sidak ke PT Erasakti Wira Forestama (EWF).
(5/8/24) Dok: Istimewa

Ditreskrimsus Polda Jambi, BPBD Provinsi Jambi, Dinas Perkebunan Provinsi Jambi dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi sidak ke PT Erasakti Wira Forestama (EWF). (5/8/24) Dok: Istimewa

RADIXNEWS.CO.ID,JAMBI – Dirreskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Bambang Yugo Pamungkas meminta kepada seluruh perusahaan agar melengkapi sarana dan prasarana untuk mengantisipasi adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

 

Hal ini disampaikan saat tim gabungan Ditreskrimsus Polda Jambi, BPBD Provinsi Jambi, Dinas Perkebunan Provinsi Jambi dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi sidak ke PT Erasakti Wira Forestama (EWF) pada Senin 5 Agustus 2024.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Seluruh perusahaan menjadi atensi untuk wajib dan peduli mendukung ancaman karhulta di Jambi,” ujarnya didampingi Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jambi, AKBP Reza Khomeini.

 

Alumni Akpol 2000 ini menjelaskan untuk PT EWF sendiri setelah di kroscek memiliki peralatan untuk pencegahan karhutla yang lengkap.

 

Mulai dari mesin pompa pemadaman api, sekat kanal, embung air dan menara pemantau api.

 

“PT EWF ini juga punya 3 regu yang berjumlah 45 orang khusus untuk pemadaman api. Tim ini juga siap membantu pemadaman api di sekitar perkebunan miliknya,” jelas Bambang.

 

Maka dari itu, Ia berharap perusahaan lain dapat mencontoh PT EWF untuk menanggulangi pencegahan karhutla.

 

“Ini bisa menjadi atensi kepada seluruh perusahaan,” tandasnya.

 

Sementara itu, Kasi Kedaruratan BPBD Provinsi Jambi Lailatul Qodri menyampaikan PT EWF ini memiliki sekitar 6 menara pemantau api sesuai jumlah luas lahan sekitar 6.000 hektar.

 

“PT EWF ini punya sekitar 10 embung air untuk mengantisipasi pencegahan karhutla,” sebutnya.

 

Ia menambahkan PT EWF ini bahkan apabila dimintai bantuan yang masih disekitar radius kurang lebih 5 KM juga akan siap membantu.

 

“Mudah mudahan ini dapat menjadi contoh bagi perusahaan perusahaan,” sampainya.

Baca Juga :  Dakota Blues - Biblioteca Instantânea em PDF

 

Sementara itu, Fungsional Penyuluh Pertanian Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, M. Aurora menjelaskan lahan perkebunan khusus untuk wilayah gambut harus ada tata kelola air, mulai dari pintu air hingga sekat kanal.

 

“Untuk embung air di kebun itu tidak diharuskan karena paling utama setiap kebun harus ada kanal blok dan memiliki pintu air yang besar,” ujarnya.

 

Untuk di PT EWF sendiri, Ia menilai sudah cukup baik dam sudah sesuai dengan UU Nomor 5 tahun 2018 tentang perkebunan untuk menanggulangi kebakaran lahan.

 

Ia menyebutkan untuk di Provinsi Jambi sendiri terdapat 185 perusahaan dengan rincian 183 kebun sawit dan 2 kebun karet. Dari 185 perusahaan ini terdapat macam jenis mulai dari pabrik tanpa kebun maupun kebin tanpa pabrik.

 

Ia menambahkan apabila masih ada yang tidak mematuhi aturan untuk melengkapi sarana antisipasi karhutla maka perusahaan tersebut akan diberikan sanksi.

 

“Sesuai dengan peraturan Kementan semua perusahaan harus melengkapi peralatan antisipasi Karhutla. Apabila tidak melengkapi akan ada teguran dari dinas Perkebunan, berupa surat, dan apabila masih membandel lagi ada surat teguran lagi. Sedangkan untuk pencabutan izin ada di bidang lain,”tandasnya

Editor : Admin

Berita Terkait

KOPRI PMII Universitas Jambi Gelar Diskusi Hari Perempuan, Angkat Isu Gender, Keislaman, dan Kriminalitas
Warga Sumatra Mendorong Transformasi Polri: Penguatan Semangat ‘Presisi’ Menuju Institusi yang Lebih Humanis
Gelombang kekecewaan terhadap kondisi daerah akhirnya memuncak. Pemuda, mahasiswa, dan masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur bersiap turun ke jalan
“Skandal Dana DAK Mengemuka: Gubernur Jambi di Tengah Pusaran Pertanyaan Publik”
Gubernur Jambi dan Bayang-Bayang Kasus DAK: Transparansi yang Diuji di Panggung Hukum
Transparansi Anggaran DAK Pendidikan: Dugaan Korupsi di Era Kepemimpinan Provinsi Jambi
Aktivis Jambi: Penyebutan Gubernur Jambi Al Haris dalam Persidangan Korupsi DAK Rp21,8 Miliar Harus Dijelaskan ke Publik
Satu Tahun Al-Haris di Periode ke 2, “Ketika Beton Lebih Cepat Tumbuh Daripada Lapangan Kerja, Ada Yang Salah Dengan Arah Pembangunan Jambi.”

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:25 WIB

KOPRI PMII Universitas Jambi Gelar Diskusi Hari Perempuan, Angkat Isu Gender, Keislaman, dan Kriminalitas

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:48 WIB

Gelombang kekecewaan terhadap kondisi daerah akhirnya memuncak. Pemuda, mahasiswa, dan masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur bersiap turun ke jalan

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:53 WIB

“Skandal Dana DAK Mengemuka: Gubernur Jambi di Tengah Pusaran Pertanyaan Publik”

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:46 WIB

Gubernur Jambi dan Bayang-Bayang Kasus DAK: Transparansi yang Diuji di Panggung Hukum

Selasa, 3 Maret 2026 - 02:03 WIB

Aktivis Jambi: Penyebutan Gubernur Jambi Al Haris dalam Persidangan Korupsi DAK Rp21,8 Miliar Harus Dijelaskan ke Publik

Selasa, 3 Maret 2026 - 01:35 WIB

Satu Tahun Al-Haris di Periode ke 2, “Ketika Beton Lebih Cepat Tumbuh Daripada Lapangan Kerja, Ada Yang Salah Dengan Arah Pembangunan Jambi.”

Sabtu, 28 Februari 2026 - 19:51 WIB

GERAKAN MAHASISWA SAROLANGUN JAMBI (GEMSAR) MENGECAM TINDAKAN KEPALA DESA MUARA CUBAN TERHADAP OPERASIONAL ALAT BERAT & BBM SOLAR

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:59 WIB

Kasus dugaan korupsi DAK SMK fisik TA. 2022 dan DAK fisik 2024, APIP-JAMBI Desak KPK RI untuk periksa Kabid SMK (H) dan Kabid SMA (Z H).

Berita Terbaru