Refleksi Mahasiswa Batanghari: Antara Usia Daerah dan Diamnya Kaum Muda

Avatar

- Redaksi

Senin, 5 Januari 2026 - 14:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Batanghari kini telah berdiri selama 77 tahun, sebuah usia yang menjadikannya kabupaten tertua di Provinsi Jambi. Secara historis dan geografis, kematangan usia ini semestinya menempatkan Batanghari sebagai daerah yang paling maju, baik dari segi pembangunan fisik, kualitas sumber daya manusia, maupun kesadaran sosial politik masyarakatnya. Namun, realitas yang kita hadapi hari ini justru menunjukkan paradoks; adanya ketimpangan yang nyata antara tuanya usia daerah dengan laju kemajuannya.

​Di tengah situasi ini, fenomena yang belakangan kita saksikan justru cukup memprihatinkan. Banyak mahasiswa memilih berdiam diri, padahal begitu banyak persoalan daerah yang menuntut pendampingan dan keterlibatan aktif kaum intelektual muda. Mulai dari maraknya peredaran narkoba, pembangunan infrastruktur yang belum merata, hingga berbagai problem sosial yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, semuanya membutuhkan kehadiran nyata mahasiswa. Di sinilah seharusnya peran mahasiswa sebagai agent of change, social control, dan advokat masyarakat mengambil tempat. Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi penonton atau pengamat, tetapi harus menjadi bagian dari solusi. Sayangnya, gerakan mahasiswa Batanghari hari ini masih tampak lemah, terpecah, dan seolah tidak terlihat gaungnya di ruang publik.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kondisi ini memantik pertanyaan penting yang perlu kita refleksikan bersama: apa penyebab utamanya? Apakah lemahnya gerakan ini berasal dari dalam diri mahasiswa itu sendiri yang kekurangan kesadaran, keberanian, dan konsistensi? Ataukah ada tekanan dari luar, baik secara struktural, politik, maupun kultural, yang secara perlahan membungkam daya kritis mahasiswa?

​Sejarah telah mengajarkan bahwa perubahan besar selalu lahir dari keberanian kaum muda. Soe Hok Gie pernah berkata bahwa mahasiswa adalah kelompok yang tidak punya kepentingan, kecuali kepentingan bangsa dan kemanusiaan. Kutipan ini menegaskan bahwa mahasiswa seharusnya berdiri di luar kepentingan pragmatis dan justru menjadi suara moral bagi masyarakat. Ketika mahasiswa memilih diam di tengah ketidakadilan, maka yang terjadi bukanlah stabilitas, melainkan pembiaran. Senada dengan itu, Tan Malaka juga mengingatkan bahwa idealismelah yang memberi arah pada perjuangan, bukan ketakutan. Oleh karena itu, ketakutan—baik terhadap kekuasaan, stigma, maupun tekanan sosial—tidak seharusnya menjadi alasan untuk mematikan idealisme mahasiswa.

Baca Juga :  Ratusan Pemuda Jambi Deklarasi Rembuk Pemuda: Lokomotif Perubahan Untuk Bumi Melayu "Sepucuk Jambi Sembilan Lurah"

​Melalui refleksi ini, saya mengajak seluruh mahasiswa Batanghari, baik yang sedang menempuh pendidikan di daerah maupun di luar daerah, untuk pulang secara pemikiran dan gerakan. Mari kita bergandengan tangan, menyatukan langkah, dan menghadirkan kritik serta saran yang konstruktif demi kemajuan kabupaten kita tercinta. Jangan sampai Batanghari mengalami kemunduran yang justru akan berdampak langsung pada keluarga, kerabat, dan generasi setelah kita. Masa depan daerah ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab mahasiswa sebagai kaum intelektual dan agen perubahan.

​Ingatlah, jika hari ini kita memilih diam, maka sejarah kelak akan mencatat bahwa kita pernah ada, namun tidak pernah berbuat apa-apa.

Feri Ardiyansyah

Berita Terkait

BPJN Jambi Resmi Membangun Posko Mudik dan Tanggap Bencana di Beberapa Titik di Kabupaten Muara Bulian
Ratusan Pemuda Jambi Deklarasi Rembuk Pemuda: Lokomotif Perubahan Untuk Bumi Melayu “Sepucuk Jambi Sembilan Lurah”
Diskominfo Kembali Ukir Prestasi, Sabet 3 Penghargaan Di Hari KORPRI Ke-53 Tingkat Kota Jambi
Tahapan Pemungutan Suara Pilkada Serentak Selesai, Kapolresta Jambi Himbau Tetap Jaga Kedamaian agar Situasi Kondusif Di Kota Jambi
Ketua DPRD Kemas Faried Alfarelly Sambut Hangat Kunjungan Ketua PWI Kota PWI Kota Jambi dan Pengurus
Bersama Awak Media, Kapolsek Jambi Timur AKP Edi Mardi Gelar Silaturahmi
Dalam Rangka Memperingati HUT TNI KE 79, Dandim 0417/Kerinci Pimpin Ziarah Rombongan Di TMP
Puluhan Personil Polresta Jambi Dilakukan Cek Urine Mendadak, Kombes Pol Eko Wahyudi : Ini Komitmen Bersih dari Narkoba

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:25 WIB

KOPRI PMII Universitas Jambi Gelar Diskusi Hari Perempuan, Angkat Isu Gender, Keislaman, dan Kriminalitas

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:48 WIB

Gelombang kekecewaan terhadap kondisi daerah akhirnya memuncak. Pemuda, mahasiswa, dan masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur bersiap turun ke jalan

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:53 WIB

“Skandal Dana DAK Mengemuka: Gubernur Jambi di Tengah Pusaran Pertanyaan Publik”

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:46 WIB

Gubernur Jambi dan Bayang-Bayang Kasus DAK: Transparansi yang Diuji di Panggung Hukum

Selasa, 3 Maret 2026 - 02:03 WIB

Aktivis Jambi: Penyebutan Gubernur Jambi Al Haris dalam Persidangan Korupsi DAK Rp21,8 Miliar Harus Dijelaskan ke Publik

Selasa, 3 Maret 2026 - 01:35 WIB

Satu Tahun Al-Haris di Periode ke 2, “Ketika Beton Lebih Cepat Tumbuh Daripada Lapangan Kerja, Ada Yang Salah Dengan Arah Pembangunan Jambi.”

Sabtu, 28 Februari 2026 - 19:51 WIB

GERAKAN MAHASISWA SAROLANGUN JAMBI (GEMSAR) MENGECAM TINDAKAN KEPALA DESA MUARA CUBAN TERHADAP OPERASIONAL ALAT BERAT & BBM SOLAR

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:59 WIB

Kasus dugaan korupsi DAK SMK fisik TA. 2022 dan DAK fisik 2024, APIP-JAMBI Desak KPK RI untuk periksa Kabid SMK (H) dan Kabid SMA (Z H).

Berita Terbaru