OPM dan TNI Saling Tuduh Membunuh Pilot Heli Asala Selandia Baru

Avatar

- Redaksi

Jumat, 9 Agustus 2024 - 17:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OPM membunuh pilot helikopter asal Selandia Baru, Glen Malcolm Conning Dok: Istimewa

OPM membunuh pilot helikopter asal Selandia Baru, Glen Malcolm Conning Dok: Istimewa

JAKARTA – Organisasi Papua Merdeka (OPM) membunuh pilot helikopter asal Selandia Baru, Glen Malcolm Conning. TNI mengecam perbuatan OPM tersebut yang dinilai melanggar hak asasi manusia (HAM).

“Aksi biadab OPM akibatkan pilot PT Intan Angkasa, Glen Malcolm Conning, meninggal dunia merupakan tindakan tidak berperikemanusiaan dan jelas melanggar hak asasi manusia,” kata Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Richard Tampubolon, dalam keterangan dari Dispenad, Selasa (6/8/2024).

 

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pembunuhan terhadap pilot helikopter tersebut terjadi di wilayah Distrik Alama, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, pada Senin (5/8). OPM kelompok Egianus Kogoyan menghadang helikopter begitu mendarat dan menodong senjata api ke pilot dan para penumpang.

 

Menurut Letjen Richard, ulah OPM tersebut sudah sangat menimbulkan ketakutan di masyarakat. Dia mengatakan OPM juga memutar fakta dengan melakukan propaganda kepada masyarakat Papua.

 

“Selama ini OPM sering melakukan propaganda dan intimidasi yang menakut-nakuti masyarakat bahwa Operasi Militer akan dilakukan, sehingga menyebabkan para warga mengungsi dari kampung halamannya. Aksi OPM di Alama membuktikan bahwa OPM yang sebenarnya melakukan aksi gangguan keamanan melalui penyiksaan dan pembunuhan terhadap masyarakat,” kata dia.

 

“Kehadiran Aparat keamanan di Papua sesuai Instruksi Presiden RI bertujuan untuk memberikan dukungan pengamanan, membantu Pemda dalam penyediaan kebutuhan dasar masyarakat dan melaksanakan Komunikasi Sosial inklusif dalam rangka mendukung Program Percepatan Pembangunan wilayah Papua,” tambahnya.

 

Aparat keamanan (apkam) berupaya mengevakuasi jenazah pilot helikopter sejak Senin (5/8) namun terkendala cuaca dan awan gelap yang menutupi wilayah Distrik Alama.

 

Pada Selasa (6/8) pagi, Tim Evakuasi berhasil menembus kendala cuaca maupun potensi ancaman tembakan OPM ke lokasi jenazah pilot berada. Pada pukul 12.48 WIT, helikopter TNI yang membawa jenazah pilot berhasil mendarat dengan aman di Lanud Yohanis Kapiyau Mimika.

Baca Juga :  Satu Tahun Al-Haris di Periode ke 2, "Ketika Beton Lebih Cepat Tumbuh Daripada Lapangan Kerja, Ada Yang Salah Dengan Arah Pembangunan Jambi.”

 

Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ambulans TNI AD ke RSUD Kabupaten Mimika guna penanganan lebih lanjut.

 

Dalam proses evakuasi tersebut, Apkam juga mengevakuasi para tenaga kesehatan (nakes), guru, dan anak-anak dari lokasi kejadian di Distrik Alama. Terdapat total 13 orang warga sipil biasa meliputi 8 nakes, 2 guru, dan 3 anak-anak yang berhasil dievakuasi.

 

Satgas Teritorial TNI juga melakukan trauma healing terhadap para warga sipil yang berada di lokasi saat peristiwa penembakan OPM terhadap Pilot Glen.

 

Kegiatan trauma healing dilakukan dalam rangka mengalihkan pikiran buruk para warga terhadap insiden kebiadaban OPM, agar warga tidak berlarut-larut dalam trauma, sehingga bisa melupakan trauma tersebut.

 

Radix News

Editor : Admin

Berita Terkait

KOPRI PMII Universitas Jambi Gelar Diskusi Hari Perempuan, Angkat Isu Gender, Keislaman, dan Kriminalitas
“Skandal Dana DAK Mengemuka: Gubernur Jambi di Tengah Pusaran Pertanyaan Publik”
Gubernur Jambi dan Bayang-Bayang Kasus DAK: Transparansi yang Diuji di Panggung Hukum
Aktivis Jambi: Penyebutan Gubernur Jambi Al Haris dalam Persidangan Korupsi DAK Rp21,8 Miliar Harus Dijelaskan ke Publik
Satu Tahun Al-Haris di Periode ke 2, “Ketika Beton Lebih Cepat Tumbuh Daripada Lapangan Kerja, Ada Yang Salah Dengan Arah Pembangunan Jambi.”
Dana Kesehatan Diduga Disunat, DEMA PTKIN SE-INDONESIA Bawa Kasus BOK Muaro Jambi ke Kejagung RI
1 Tahun Kepemimpinan Maulana-diza,Puluhan mahasiswa dan pemuda menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Jambi.
Labkesda Kota Jambi Tanpa Spesialis Patologi Klinik, Pengawasan Teknis Dipertanyakan

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:25 WIB

KOPRI PMII Universitas Jambi Gelar Diskusi Hari Perempuan, Angkat Isu Gender, Keislaman, dan Kriminalitas

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:48 WIB

Gelombang kekecewaan terhadap kondisi daerah akhirnya memuncak. Pemuda, mahasiswa, dan masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur bersiap turun ke jalan

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:53 WIB

“Skandal Dana DAK Mengemuka: Gubernur Jambi di Tengah Pusaran Pertanyaan Publik”

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:46 WIB

Gubernur Jambi dan Bayang-Bayang Kasus DAK: Transparansi yang Diuji di Panggung Hukum

Selasa, 3 Maret 2026 - 02:03 WIB

Aktivis Jambi: Penyebutan Gubernur Jambi Al Haris dalam Persidangan Korupsi DAK Rp21,8 Miliar Harus Dijelaskan ke Publik

Selasa, 3 Maret 2026 - 01:35 WIB

Satu Tahun Al-Haris di Periode ke 2, “Ketika Beton Lebih Cepat Tumbuh Daripada Lapangan Kerja, Ada Yang Salah Dengan Arah Pembangunan Jambi.”

Sabtu, 28 Februari 2026 - 19:51 WIB

GERAKAN MAHASISWA SAROLANGUN JAMBI (GEMSAR) MENGECAM TINDAKAN KEPALA DESA MUARA CUBAN TERHADAP OPERASIONAL ALAT BERAT & BBM SOLAR

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:59 WIB

Kasus dugaan korupsi DAK SMK fisik TA. 2022 dan DAK fisik 2024, APIP-JAMBI Desak KPK RI untuk periksa Kabid SMK (H) dan Kabid SMA (Z H).

Berita Terbaru