Dana Kesehatan Diduga Disunat, DEMA PTKIN SE-INDONESIA Bawa Kasus BOK Muaro Jambi ke Kejagung RI

Avatar

- Redaksi

Senin, 2 Maret 2026 - 23:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADIXNEWS, JAKARTA – Terkait Dugaan Tindak Pidana Korupsi Dana BOK Puskesmas Kabupaten Muaro Jambi Jakarta, [2 Maret 2026]

Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Seluruh Indonesia (DEMA PTKIN SE-INDONESIA) menyampaikan sikap resmi terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) pada sejumlah Puskesmas di Kabupaten Muaro Jambi.

Berdasarkan hasil kajian akademis dan telaah yuridis yang telah dilakukan, DEMA PTKIN SE-INDONESIA menilai bahwa dugaan penyimpangan dana BOK tersebut berpotensi melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan negara dan tindak pidana korupsi. Dana BOK yang bersumber dari APBN seharusnya digunakan untuk mendukung kegiatan promotif dan preventif pelayanan kesehatan masyarakat, bukan untuk kepentingan di luar peruntukannya.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan komitmen terhadap prinsip transparansi serta akuntabilitas publik, DEMA PTKIN SE-INDONESIA telah secara resmi menyampaikan laporan kajian ini kepada Kejaksaan Agung RI guna memohon supervisi dan pengawasan terhadap proses penanganan perkara yang sebelumnya telah ditangani oleh Kejaksaan Negeri Muaro Jambi.

Sikap dan Tuntutan DEMA PTKIN:

1. Mendesak penegakan hukum yang profesional, objektif, dan transparan.

2. Meminta dilakukan audit investigatif menyeluruh guna memastikan besaran kerugian negara.

3. Mendorong penelusuran aliran dana (follow the money) apabila ditemukan indikasi penyimpangan terstruktur.

4. Pemeriksaan kemungkinan keterlibatan pihak lain di atas level operasional, baik itu kepada: Kepala Dinas Kesehatan Muaro Jambi, Mantan Kepala Dinas Kesehatan Muaro Jambi, Sekretaris Daerah Muaro Jambi, dan Bupati Muaro Jambi.

5. Memastikan seluruh pihak yang terlibat dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku.

DEMA PTKIN SE-INDONESIA menegaskan bahwa kasus ini bukan semata persoalan administratif, melainkan menyangkut hak dasar masyarakat atas pelayanan kesehatan yang layak. Setiap rupiah dana publik yang dialokasikan untuk sektor kesehatan harus dipastikan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca Juga :  Menuju Kampung Tangguh Ketahanan Pangan, Ditresnarkoba Polda Jambi Lakukan Transformasi Kampung Eks Narkoba, Bebas Narkoba Pulau Pandan dan Danau Sipin

Muh Putra Ramadhan selaku pengurus pusat DEMA PTKIN SE-INDONESIA Mengatakan bahwa “Dugaan kasus tindak korupsi BOK Muaro Jambi ini tidak boleh hanya diusut sampai kepala puskesmas dan bendahara puskesmas saja. Perkara ini harus di telusuri sampai ke akar-akarnya baik itu dari KADIS Kesehatan yang masih menjabat ataupun ke mantan KADIS Kesehatan yang menjabat pada saat perkara ini timbul, bahkan bila perlu aliran dananya perlu di crosscheck sampai ke SEKDA dan BUPATI Muaro Jambi, jangan sampai terjadi tebang pilih dalam perkara ini.”

Sebagai elemen mahasiswa dan bagian dari kontrol sosial, DEMA PTKIN SE-INDONESIA akan terus mengawal perkembangan proses hukum ini hingga tuntas. Kami berharap langkah tindak lanjut di tingkat pusat dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum dan memastikan bahwa prinsip keadilan ditegakkan tanpa pandang bulu.

Komentar Anda Terkait Berita Ini?

Editor : Admin

Berita Terkait

“Skandal Dana DAK Mengemuka: Gubernur Jambi di Tengah Pusaran Pertanyaan Publik”
Gubernur Jambi dan Bayang-Bayang Kasus DAK: Transparansi yang Diuji di Panggung Hukum
Aktivis Jambi: Penyebutan Gubernur Jambi Al Haris dalam Persidangan Korupsi DAK Rp21,8 Miliar Harus Dijelaskan ke Publik
Satu Tahun Al-Haris di Periode ke 2, “Ketika Beton Lebih Cepat Tumbuh Daripada Lapangan Kerja, Ada Yang Salah Dengan Arah Pembangunan Jambi.”
1 Tahun Kepemimpinan Maulana-diza,Puluhan mahasiswa dan pemuda menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Jambi.
MAHASISWA JAMBI LAPORKAN DINKES TANJAB TIMUR KE KEMENKES, TERKAIT PELANGGARAN PENGELOLAAN LIMBAH B3 DI PUSKESMAS
Dana Siluman 57 Milyar Pada APBD Jambi 2026: Pelanggaran Hukum dan Pengkhianatan Mandat Rakyat
Mhd Iidfi Hanif: HUT Ke-69 Jambi Harus Jadi Momentum Evaluasi dan Keberpihakan pada Rakyat

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:53 WIB

“Skandal Dana DAK Mengemuka: Gubernur Jambi di Tengah Pusaran Pertanyaan Publik”

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:46 WIB

Gubernur Jambi dan Bayang-Bayang Kasus DAK: Transparansi yang Diuji di Panggung Hukum

Selasa, 3 Maret 2026 - 02:03 WIB

Aktivis Jambi: Penyebutan Gubernur Jambi Al Haris dalam Persidangan Korupsi DAK Rp21,8 Miliar Harus Dijelaskan ke Publik

Selasa, 3 Maret 2026 - 01:35 WIB

Satu Tahun Al-Haris di Periode ke 2, “Ketika Beton Lebih Cepat Tumbuh Daripada Lapangan Kerja, Ada Yang Salah Dengan Arah Pembangunan Jambi.”

Rabu, 25 Februari 2026 - 15:57 WIB

1 Tahun Kepemimpinan Maulana-diza,Puluhan mahasiswa dan pemuda menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Jambi.

Kamis, 19 Februari 2026 - 17:24 WIB

MAHASISWA JAMBI LAPORKAN DINKES TANJAB TIMUR KE KEMENKES, TERKAIT PELANGGARAN PENGELOLAAN LIMBAH B3 DI PUSKESMAS

Minggu, 11 Januari 2026 - 00:19 WIB

Dana Siluman 57 Milyar Pada APBD Jambi 2026: Pelanggaran Hukum dan Pengkhianatan Mandat Rakyat

Selasa, 6 Januari 2026 - 21:23 WIB

Mhd Iidfi Hanif: HUT Ke-69 Jambi Harus Jadi Momentum Evaluasi dan Keberpihakan pada Rakyat

Berita Terbaru