Pilkada Jambi: Pertarungan Antara Dukungan Rakyat dan Kekuasaan Elite Politik 

Avatar

- Redaksi

Rabu, 9 Oktober 2024 - 23:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

PILKADA- Provinsi Jambi tahun ini menghadirkan dinamika politik yang menarik. Dua Pasangan Calon (Paslon), yakni Romi & Sudirman dan Haris & Sani , bersaing ketat dengan basis dukungan yang sangat berbeda.

Pasangan Romi & Sudirman mendapat dukungan kuat dari rakyat, sementara Haris & Sani didukung oleh elite politik. Perbedaan ini menciptakan gambaran yang khas tentang bagaimana politik lokal berjalan dan bagaimana kepentingan berbeda mempengaruhi proses demokrasi di tingkat daerah.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Paslon Nomor 1: Romi & Sudirman Pemimpin Merakyat

Paslon nomor 1 dikenal sebagai pasangan yang dekat dengan masyarakat. Dalam kampanyenya, mereka mengedepankan isu-isu yang sangat relevan dengan kebutuhan sehari-hari warga Jambi, seperti pendidikan, peningkatan akses kesehatan, infrastruktur, serta pemberdayaan ekonomi lokal. Strategi mereka sederhana namun efektif. Mereka mendekatkan diri dengan rakyat dan mendengarkan langsung keluhan serta harapan masyarakat.

Salah satu alasan utama mengapa Paslon nomor 1 mendapat dukungan luas dari rakyat adalah rekam jejak mereka yang menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat kelas bawah dan menengah. Mereka tidak hanya berbicara tentang perubahan, tetapi juga menunjukkan bahwa mereka mampu merealisasikannya.

Dalam setiap pertemuan, Paslon ini menekankan bahwa mereka adalah bagian dari rakyat dan memahami apa yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat Jambi. Paslon nomor 1 mengangkat isu-isu yang sering kali tidak dilirik oleh elite politik, seperti perbaikan infrastruktur di daerah-daerah terpencil, peningkatan kesejahteraan petani, pemberdayaan UMKM, dan pendidikan merata.

Hal ini membuat rakyat merasa bahwa mereka benar-benar didengar dan diperjuangkan oleh Paslon ini. Massa pendukung Romi & Sudirman menunjukkan antusiasme yang besar di setiap kegiatan kampanye. Dukungan rakyat inilah yang menjadi kekuatan utama mereka dalam menghadapi lawan politik yang mungkin memiliki sumber daya lebih besar, tetapi kurang menyentuh hati masyarakat. Dengan dukungan luas dari masyarakat, percaya bahwa kemenangan di Pilkada Jambi akan menjadi kemenangan rakyat Jambi.

Baca Juga :  Menuai Pro-Kontra: Kesepakatan bersama Indonesia–Tiongkok mengenai Laut China Selatan

Paslon Nomor 2: Haris & Sani Didukung oleh Kekuatan Elite Politik

Berbeda dengan Romi & Sudirman, Haris & Sani lebih mengandalkan kekuatan elite politik untuk membangun basis dukungan mereka. Dukungan dari elite politik ini datang dari partai-partai besar, serta jaringan politik yang kuat, yang memberikan mereka keunggulan dalam hal akses finansial, media, dan kampanye. Haris & Sani memiliki latar belakang yang sangat kuat dalam dunia politik, dengan pengalaman panjang dalam mengelola pemerintahan di tingkat daerah.

Pengalaman ini mereka jadikan senjata utama dalam meyakinkan masyarakat bahwa mereka memiliki kapasitas untuk memimpin Jambi. Namun, meskipun Paslon nomor 2 memiliki koneksi politik yang luas, ada kekhawatiran di kalangan pemuda bahwa mereka lebih cenderung mewakili kepentingan elite politik daripada kepentingan rakyat.

Haris & Sani mungkin lebih fokus pada stabilitas politik dan menjaga hubungan baik dengan elite daripada menangani masalah-masalah rakyat secara langsung. Ketergantungan mereka pada kekuatan elite ini menimbulkan kekhawatiran bahwa setelah terpilih, Paslon nomor 2 mungkin akan lebih mengutamakan kepentingan elite politik yang telah mendukung mereka daripada kepentingan rakyat.

Dinamika Politik: Rakyat vs Elite Politik

Pilkada Jambi bukan hanya menjadi ajang untuk memilih pemimpin daerah, tetapi juga mencerminkan pertempuran antara dua kekuatan yang sering kali saling bertolak belakang. Kekuatan rakyat dan kekuasaan elite politik.

Romi & Sudirman, dengan dukungan penuh dari rakyat, berusaha membawa perubahan yang diinginkan masyarakat. Sementara itu, Haris & Sani, dengan dukungan elite politik, mungkin lebih berfokus pada stabilitas politik dan kepentingan kelompok-kelompok berpengaruh.

Perbedaan basis dukungan ini akan sangat mempengaruhi arah kebijakan dan pemerintahan di Jambi jika salah satu dari mereka terpilih. Jika Paslon nomor 1 menang, ada harapan bahwa kepentingan rakyat akan lebih diutamakan, terutama dalam program-program pembangunan yang langsung menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat.

Baca Juga :  Badko HMI Jambi Ungkap Kegelisahan, Mungkinkah Gubernur Jambi Dimakzulkan

Di sisi lain, jika Paslon nomor 2 yang menang, mungkin akan ada prioritas pada hubungan-hubungan politik yang lebih tinggi, dengan risiko rakyat tidak mendapatkan perhatian yang cukup.

Harapan Rakyat di Tengah Pertarungan Politik

Di tengah perbedaan yang mencolok antara kedua paslon ini, rakyat Jambi memiliki harapan besar bahwa siapa pun yang terpilih nanti akan mengutamakan kepentingan mereka. Dukungan rakyat untuk paslon nomor 1 mencerminkan keinginan mereka untuk memiliki pemimpin yang benar-benar peduli pada kehidupan mereka. Namun, rakyat juga berharap bahwa jika paslon nomor 2 terpilih, mereka tetap akan menjalankan pemerintahan yang berfokus pada kepentingan publik dan bukan hanya kepentingan elite politik.

Pilkada Jambi tahun ini adalah pertarungan antara kekuatan rakyat dan elite politik. Hasil dari pilkada ini akan menjadi cerminan bagaimana demokrasi di Jambi berjalan dan bagaimana kepentingan rakyat akan diakomodasi dalam sistem politik yang sering kali didominasi oleh kekuatan elite.

 

*) Penulis adalah Demisioner Presiden Mahasiswa UIN STS Jambi, mahasiswa pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Editor : Admin

Berita Terkait

Transparansi Anggaran DAK Pendidikan: Dugaan Korupsi di Era Kepemimpinan Provinsi Jambi
Ketika Sekolah Membiarkan Api Menjadi Kebakaran: Pelajaran Pahit dari Konflik Guru dan Murid di Tanjabtim
Refleksi HUT Jambi: Menagih Kedewasaan di Tengah Hiruk-Pikuk Seremonial
Hari Guru Nasional: Antara Apresiasi Luhur dan Realita Peningkatan Kualitas Pendidikan
Refleksi Hari Pahlawan, Melanjutkan Jihad Kebenaran di Era Post truth
Refleksi Sumpah Pemuda Semangat 1928 Untuk Indonesia Emas 2045
Penambahan proyek multiyears di Provinsi Jambi jelas cacat prosedur dan berpotensi melanggar hukum
Mimbar Bebas Aktivis Jambi Kritik penetapan Anggaran Proyek Multiyears Islamic Center dan Sport Center di saat Masyarakat Jambi Jambi gelisah

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:25 WIB

KOPRI PMII Universitas Jambi Gelar Diskusi Hari Perempuan, Angkat Isu Gender, Keislaman, dan Kriminalitas

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:48 WIB

Gelombang kekecewaan terhadap kondisi daerah akhirnya memuncak. Pemuda, mahasiswa, dan masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur bersiap turun ke jalan

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:53 WIB

“Skandal Dana DAK Mengemuka: Gubernur Jambi di Tengah Pusaran Pertanyaan Publik”

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:46 WIB

Gubernur Jambi dan Bayang-Bayang Kasus DAK: Transparansi yang Diuji di Panggung Hukum

Selasa, 3 Maret 2026 - 02:03 WIB

Aktivis Jambi: Penyebutan Gubernur Jambi Al Haris dalam Persidangan Korupsi DAK Rp21,8 Miliar Harus Dijelaskan ke Publik

Selasa, 3 Maret 2026 - 01:35 WIB

Satu Tahun Al-Haris di Periode ke 2, “Ketika Beton Lebih Cepat Tumbuh Daripada Lapangan Kerja, Ada Yang Salah Dengan Arah Pembangunan Jambi.”

Sabtu, 28 Februari 2026 - 19:51 WIB

GERAKAN MAHASISWA SAROLANGUN JAMBI (GEMSAR) MENGECAM TINDAKAN KEPALA DESA MUARA CUBAN TERHADAP OPERASIONAL ALAT BERAT & BBM SOLAR

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:59 WIB

Kasus dugaan korupsi DAK SMK fisik TA. 2022 dan DAK fisik 2024, APIP-JAMBI Desak KPK RI untuk periksa Kabid SMK (H) dan Kabid SMA (Z H).

Berita Terbaru