IMPAAJA Kecam TRANS7, Serukan #BoikotTRANS7 Usai Tayangan Dinilai Lecehkan Kiai dan Santri

Avatar

- Redaksi

Selasa, 14 Oktober 2025 - 09:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADIX NEWS Jambi-Gelombang protes terhadap stasiun televisi TRANS7 terus meluas. Setelah sejumlah ormas dan komunitas santri menyuarakan kekecewaan, kini giliran Ikatan Mahasiswa Pemuda Pemudi Alumni As’ad Jambi (IMPAAJA) yang secara tegas mengecam tindakan pelecehan terhadap kiai dan santri yang muncul dalam salah satu tayangan program televisi tersebut.

Dalam pernyataan resminya, IMPAAJA menilai bahwa isi tayangan yang beredar baru-baru ini telah melukai perasaan umat Islam, khususnya kalangan pesantren.
Narasi yang disampaikan dianggap merendahkan kehidupan santri dan menistakan peran kiai sebagai figur moral bangsa.

Ketua Umum IMPAAJA, Muqia, menyatakan bahwa tayangan tersebut menunjukkan rendahnya tanggung jawab moral dan profesionalisme media, yang seharusnya mampu menjaga sensitivitas terhadap nilai keagamaan dan sosial masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Santri dan kiai bukanlah bahan olok-olok. Mereka adalah penjaga ilmu, benteng akhlak, dan penerus perjuangan ulama yang telah berkontribusi besar dalam membangun negeri ini,” tegas Muqia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/10/2025).

IMPAAJA menilai tindakan yang dilakukan oleh TRANS7 bukan sekadar kekeliruan teknis, melainkan bentuk kelalaian moral dan pelanggaran etika penyiaran.

Melalui sikap resminya, IMPAAJA menyampaikan empat tuntutan utama:

1. Mengecam keras tayangan yang melecehkan kiai dan santri.
2. Menuntut manajemen TRANS7 untuk meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat pesantren dan umat Islam.
3. Mendesak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk memberikan sanksi tegas atas pelanggaran kode etik penyiaran.
4. Mengajak seluruh umat Islam, alumni pesantren, dan masyarakat luas untuk #BoikotTRANS7 sebagai bentuk solidaritas dan perlawanan moral.

Menurut Muqia, kebebasan media tidak boleh dijadikan alasan untuk menghina nilai-nilai keagamaan.
“Pesantren adalah pusat peradaban dan pendidikan karakter, sementara santri merupakan penjaga moral bangsa,” ujarnya.

Baca Juga :  Limbah Buangan Batu Bara Permata Prima Elektrindo (PPE) Kian Meluas Ancam Anak Sungai Desa Semaran

IMPAAJA menegaskan akan terus mengawal isu ini hingga pihak TRANS7 menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf resmi.
Sampai berita ini diturunkan, pihak stasiun televisi tersebut belum memberikan tanggapan publik.

Sementara itu, tagar #BoikotTRANS7 terus bergema di berbagai platform media sosial sebagai bentuk protes publik terhadap isi tayangan yang dianggap melecehkan dunia pesantren dan kiai.

Editor : Admin

Berita Terkait

KOPRI PMII Universitas Jambi Gelar Diskusi Hari Perempuan, Angkat Isu Gender, Keislaman, dan Kriminalitas
Warga Sumatra Mendorong Transformasi Polri: Penguatan Semangat ‘Presisi’ Menuju Institusi yang Lebih Humanis
Gelombang kekecewaan terhadap kondisi daerah akhirnya memuncak. Pemuda, mahasiswa, dan masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur bersiap turun ke jalan
“Skandal Dana DAK Mengemuka: Gubernur Jambi di Tengah Pusaran Pertanyaan Publik”
Gubernur Jambi dan Bayang-Bayang Kasus DAK: Transparansi yang Diuji di Panggung Hukum
Transparansi Anggaran DAK Pendidikan: Dugaan Korupsi di Era Kepemimpinan Provinsi Jambi
Aktivis Jambi: Penyebutan Gubernur Jambi Al Haris dalam Persidangan Korupsi DAK Rp21,8 Miliar Harus Dijelaskan ke Publik
Satu Tahun Al-Haris di Periode ke 2, “Ketika Beton Lebih Cepat Tumbuh Daripada Lapangan Kerja, Ada Yang Salah Dengan Arah Pembangunan Jambi.”

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:25 WIB

KOPRI PMII Universitas Jambi Gelar Diskusi Hari Perempuan, Angkat Isu Gender, Keislaman, dan Kriminalitas

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:48 WIB

Gelombang kekecewaan terhadap kondisi daerah akhirnya memuncak. Pemuda, mahasiswa, dan masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur bersiap turun ke jalan

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:53 WIB

“Skandal Dana DAK Mengemuka: Gubernur Jambi di Tengah Pusaran Pertanyaan Publik”

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:46 WIB

Gubernur Jambi dan Bayang-Bayang Kasus DAK: Transparansi yang Diuji di Panggung Hukum

Selasa, 3 Maret 2026 - 02:03 WIB

Aktivis Jambi: Penyebutan Gubernur Jambi Al Haris dalam Persidangan Korupsi DAK Rp21,8 Miliar Harus Dijelaskan ke Publik

Selasa, 3 Maret 2026 - 01:35 WIB

Satu Tahun Al-Haris di Periode ke 2, “Ketika Beton Lebih Cepat Tumbuh Daripada Lapangan Kerja, Ada Yang Salah Dengan Arah Pembangunan Jambi.”

Sabtu, 28 Februari 2026 - 19:51 WIB

GERAKAN MAHASISWA SAROLANGUN JAMBI (GEMSAR) MENGECAM TINDAKAN KEPALA DESA MUARA CUBAN TERHADAP OPERASIONAL ALAT BERAT & BBM SOLAR

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:59 WIB

Kasus dugaan korupsi DAK SMK fisik TA. 2022 dan DAK fisik 2024, APIP-JAMBI Desak KPK RI untuk periksa Kabid SMK (H) dan Kabid SMA (Z H).

Berita Terbaru