Aktivis Fauzan: Penghargaan Pusat Itu Hanya Panggung — Yang Terpenting Adalah Penghargaan yang Melekat di Hati Masyarakat Jambi
Mari kita tegaskan satu hal yang sering dilupakan para pejabat yang sibuk memburu piagam:
penghargaan paling berharga bukan datang dari menteri mana pun—tapi dari rakyat Provinsi Jambi sendiri.
Apa gunanya pulang membawa plakat, sementara masyarakat tidak merasakan perubahan?
Apa gunanya difoto bersama menteri, sementara jalan provinsi tetap berlubang seperti perang?
Apa gunanya mendapat tepukan tangan di Jakarta, sementara pelayanan publik di Jambi masih membuat rakyat menghela napas panjang?
Sebagai aktivis, saya—Fauzan—harus bicara terus terang:
> Penghargaan yang tidak lahir dari keringat nyata di daerah hanyalah dekorasi dinding, bukan bukti keberhasilan.
Rakyat Jambi tidak butuh gubernur yang ahli mengumpulkan piagam.
Rakyat butuh gubernur yang ahli menyelesaikan masalah.
Karena penghargaan sejati itu sederhana:
* ketika ibu-ibu desa merasakan jalan yang aman,
* ketika petani mendapatkan kehadiran pemerintah tanpa harus menunggu viral,
* ketika anggaran provinsi dipakai jujur dan tepat sasaran,
* ketika pembangunan tidak berhenti di papan proyek dan wacana.
Itu penghargaan yang melekat di hati masyarakat Jambi.
Itu yang tidak bisa dibeli, tidak bisa dipesan, dan tidak bisa dipoles oleh seremonial pusat.
Maka kritik kami jelas :
hentikan mengejar pujian menteri — mulailah mengejar kepercayaan rakyat.
Karena rakyat tidak pernah meminta piagam.
Rakyat hanya meminta pemimpin yang bekerja dengan benar.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT



