RADIXNEWS Jambi 10 Desember 2025. Dinamika terkait pelayanan air bersih di PDAM Tirta Mayang terus memanas. Pasca aksi mahasiswa pada 4 Desember 2025, banyak pihak justru menarasikan bahwa kritik mahasiswa dianggap sebagai serangan terhadap figur tertentu. Ironisnya, berbagai persoalan yang selama ini berdampak langsung pada keresahan dan kegelisahan masyarakat Kota Jambi malah dianggap sekadar “isu”, seolah tidak benar-benar terjadi di lapangan.
Adiansyah menegaskan, “Saya sangat kecewa dengan pernyataan beberapa orang yang mengatakan bahwa permasalahan ini ‘hanya isu’. Sungguh miris dan menunjukkan betapa cacatnya pola pikir tersebut. Kita semua melihat dengan jelas kondisi di lapangan—bagaimana buruknya pelayanan dan kualitas air PDAM Tirta Mayang yang diterima masyarakat Kota Jambi.”
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa dalam sistem demokrasi, setiap warga negara memiliki hak untuk berpendapat dan menyampaikan aspirasi di muka umum. Namun sangat disayangkan, aspirasi yang lahir dari keresahan masyarakat justru dianggap sebagai upaya menyerang dan menjatuhkan pihak tertentu secara personal. Sikap seperti ini, menurutnya, hanya menunjukkan ketidakmatangan dalam menerima kritik.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Sangat disayangkan apabila kita memiliki pemimpin yang anti-kritik dan enggan mendengarkan suara rakyat. Jika kondisi ini terus dibiarkan, mau jadi apa arah pembangunan dan kualitas pelayanan publik di negeri ini?
Seorang publik figur, apalagi yang memegang jabatan dan amanah pelayanan masyarakat, seharusnya memiliki sikap terbuka terhadap kritik serta mampu memberikan informasi secara transparan demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kota Jambi. Hal ini termasuk memastikan distribusi air bersih yang merata dan mengatasi lambatnya aliran air yang masih terjadi di berbagai wilayah.
Adiansyah kembali menegaskan, “Sudah seharusnya jika kita menjadi publik figur dan pelayan masyarakat, kita harus siap dikritik dan menerima masukan. Bukan malah sebaliknya.”
Aksi mahasiswa beberapa hari lalu, menurutnya, merupakan bentuk kecaman atas pelayanan PDAM Tirta Mayang yang dinilai tidak menunjukkan kinerja signifikan dalam lima tahun terakhir. Masyarakat, katanya, tidak lagi melihat adanya perubahan berarti yang dapat dirasakan langsung.
Kami akan terus mengawal tuntutan ini hingga benar-benar terpenuhi, dan kami akan selalu turun menyuarakan keadilan sampai masyarakat Kota Jambi merasakan perbaikan nyata, tutup Adiansyah.









