Gugatan atas Tanah Leluhur: Konflik Ulayat di Desa Gongsol dan Desa Merdeka dan Cerminan Perubahan Sosial

Avatar

- Redaksi

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DOK: ISTIMEWA

JAMBI – RADIXNEWS, Oleh: Eya Dinda Br Brahmana

Puluhan warga dari Desa Gongsol dan Desa Merdeka kembali menggelar unjuk rasa didepan kantor pemerintah daerah, menuntut pengakuan atas hak ulayat mereka yang terancam oleh proyek pembangunan. Spanduk bertulisan “Kembalikan Tanah Leluhur Kami” dan “ Hak Ulayat Bukan Hak Komersial” berkibar, aksi ini menandai adanya sebuah konflik agraria yang telah berlangsung puluhan tahun.

Konflik ini bukan sekadar perselisihan tentang sebidang tanah. Ini adalah potret nyata dari gesekan tak terhindarkan antara nilai-nilai tradisional dan tekanan medernisasi, sebuah fenomena yang secara teoretis banyak dijelaskan dalam sosiologi, konflik seperti ini dapat dijelaskan melalui teori konflik dari Ralf Dahrendorf, yang berpandangan bahwa konflik tidak selalu bersifat disfungsional, melainkan merupakan elemen melekat dalam setiap sistem sosial yang terbagi ke dalam kelompok dominan dan subordinat.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Teori Konflik dan Resolusi Menurut Ralf Dahrendorf

Ralf Dahrendorf dalam bukunya Class and Class Conflict in Industrial Society (1959) menekankan bahwa konflik muncul dari otoritas dan distribusi kekuasaan, bukan semata dari kepemilikan alat produksi seperti pandangan Marx. Dalam masyarakat, selalu ada pihak yang memiliki otoritas (herrschaft) dan pihak yang tidak (beherrscht). Ketika kelompok subordinat menyadari kepentingan objektif mereka, konflik menjadi tak terelakan.

Dalam kasus Desa Gongsol dan Merdeka, kelompok dominan seperti pemerintah daerah dan investor memiliki otoritas legal untuk menerbitkan izin di atas tanah yang diklaim sebagai ulayat. Sementara masyarakat adat, sebagai kelompok tanpa otoritas formal dalam struktur birokrasi, menyuarakan perlawanan. Dahrendorf menyebut ini sebagai interests group, yaitu kelompok yang terbentuk secara spontan untuk memperjuangan perubahan dalam distribusi otoritas.

Baca Juga :  Wrong Place Wrong Time : Book Download Free

Yang penting, Dahrendorf juga menawarkan konsep resolusi konflik. Menurutnya, konflik dapat dikelola secara produktif jika ada pengakuan atas legitimasi perbedaan, mediasi melalui instuisi yang netral, dan adanya perubahan dalam struktur otoritas itu sendiri. Ini berarti negara tidak bisa hanya mengandalkan aparat keamanan untuk membubarkan aksi, melainkan harus membuka ruang negoisasi ulang atas mekanisme pengakuan hak ulayat

Editor : ADMIN

Berita Terkait

Problem Solving: Seni Menemukan Jalan Keluar
Problem Solving: Seni Menemukan Jalan Keluar.
Dari Anak Petani Menjadi Magister, Kisah Inspiratif Mujib Barohman Menembus Batas Melalui Pendidikan dan Aktivisme
Kawasan Industri hanya Visi di atas Kertas, Iin Habibi Dorong Gubernur Fokus pada Industrialisasi dan Hilirisasi
Dinilai Terlalu Dini Diangkat, Figur “Politisi Muda Visioner” Dinilai Belum Teruji di Tengah Persoalan Rakyat Tebo
Komisariat Maisaroh Hilal, HMI Cabang Yogyakarta Gelar Nobar Film “Pesta Babi”, Bahas Krisis Kemanusiaan dan Isu Papua
KESATUAN PEMUDA PELAJAR JAMBI: Saatnya Pemuda Mengambil Peran dalam Penentuan Pemimpin Jambi
Dunia Pendidikan Kembali Tercoreng, Siswi MTs di Kota Jambi Dilarang Ikut Ujian Karena Tunggakan Administrasi

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:00 WIB

Gugatan atas Tanah Leluhur: Konflik Ulayat di Desa Gongsol dan Desa Merdeka dan Cerminan Perubahan Sosial

Senin, 8 Juni 2026 - 13:57 WIB

Problem Solving: Seni Menemukan Jalan Keluar.

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:49 WIB

Dari Anak Petani Menjadi Magister, Kisah Inspiratif Mujib Barohman Menembus Batas Melalui Pendidikan dan Aktivisme

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:08 WIB

Kawasan Industri hanya Visi di atas Kertas, Iin Habibi Dorong Gubernur Fokus pada Industrialisasi dan Hilirisasi

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:47 WIB

Komisariat Maisaroh Hilal, HMI Cabang Yogyakarta Gelar Nobar Film “Pesta Babi”, Bahas Krisis Kemanusiaan dan Isu Papua

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:45 WIB

KESATUAN PEMUDA PELAJAR JAMBI: Saatnya Pemuda Mengambil Peran dalam Penentuan Pemimpin Jambi

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:44 WIB

Dunia Pendidikan Kembali Tercoreng, Siswi MTs di Kota Jambi Dilarang Ikut Ujian Karena Tunggakan Administrasi

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:36 WIB

“Aksi Demonstrasi Darurat Pendidikan Jambi: Momentum Hardiknas, Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Perubahan”

Berita Terbaru

Opini

Problem Solving: Seni Menemukan Jalan Keluar

Selasa, 9 Jun 2026 - 09:57 WIB

Dok.Istimewa

Berita

Problem Solving: Seni Menemukan Jalan Keluar.

Senin, 8 Jun 2026 - 13:57 WIB