RADIXNEWS JAMBI 5 Maret 2026 untuk menyuarakan refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati yang dinilai belum mampu menjawab berbagai persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat.
Aksi ini muncul dari akumulasi keresahan yang selama ini dirasakan warga di berbagai wilayah. Berbagai persoalan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat—mulai dari layanan kesehatan yang belum optimal, infrastruktur jalan yang rusak, akses menuju desa yang sulit dilalui, hingga pembangunan yang dianggap belum merata—masih menjadi keluhan yang terus bergema dari masyarakat.
Di sejumlah wilayah desa, masyarakat masih harus berjuang untuk mendapatkan akses kesehatan yang layak. Jarak fasilitas kesehatan yang jauh serta keterbatasan layanan membuat warga kerap menghadapi kesulitan ketika membutuhkan penanganan medis. Kondisi ini dinilai sebagai persoalan serius yang seharusnya menjadi prioritas pemerintah daerah.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Persoalan infrastruktur juga tak kalah memprihatinkan. Banyak jalan yang rusak dan belum mendapatkan perbaikan signifikan, sehingga menghambat mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi warga. Akses menuju desa-desa di beberapa wilayah bahkan masih sulit dilalui, terutama ketika kondisi cuaca tidak mendukung.
Tak hanya itu, masyarakat juga menyoroti pembangunan yang dinilai belum merata. Di tengah berbagai program pembangunan yang digaungkan, masih banyak wilayah yang merasa belum merasakan dampak nyata dari pembangunan tersebut. Lampu penerangan jalan yang minim dan ketersediaan air bersih yang belum merata semakin menambah daftar panjang persoalan yang dirasakan masyarakat.
Melihat kondisi tersebut, pemuda dan mahasiswa menilai bahwa satu tahun kepemimpinan seharusnya menjadi momentum untuk menghadirkan perubahan nyata bagi daerah. Namun, berbagai persoalan mendasar yang masih terjadi menimbulkan pertanyaan besar tentang arah dan keseriusan pembangunan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Melalui aksi ini, pemuda, mahasiswa, dan masyarakat ingin menyampaikan pesan tegas kepada pemerintah daerah: masyarakat tidak membutuhkan janji, tetapi bukti nyata dari pembangunan yang benar-benar dirasakan oleh rakyat.
Aksi ini diperkirakan akan menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menyuarakan tuntutan dan mengingatkan bahwa kekuasaan daerah harus dijalankan dengan tanggung jawab serta keberpihakan yang jelas kepada kepentingan masyarakat luas.


