Idealis Mahasiswa Tergadaikan di Momen Kontestasi Pilkada

Avatar

- Redaksi

Selasa, 6 Agustus 2024 - 00:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh M.Musiri – Mahasiswa Hukum Tatanegara UIN SUTHA Jambi

RadixNews– Mahasiswa adalah kaum terpelajar yang memilki tempat istimewa di mata masyarakat. mereka memiliki peranan penting dalam menyambung suara rakyat karena sangat jujur, idealis dan bebas dari tanggungan kelompok manapun dan memiliki potensi besar untuk berperan aktif dalam proses pilkada pada tahun ini.

 

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai agen perubahan sosisal dan politik, dengan dasar memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi serta kecenderungan berfikir yang efektif, Dalam konteks pilkada mahasiswa harus ikut andil menyukseskan pesta demokrasi pada 27 november nanti, sebagai pengawas atau pendukung advokasi kebijakan serta sebagai penggerak partisipasi politik dikalangan masyarakat yang luas. Belajar dari pilkada lalu masih banyak kecurangan-kecurangan dan kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh elit politik sehingga peran mahasiswa dibutuhkan untuk menyuarakan keadilan.

 

Meski begitu bukan berarti semua kecurangan dan kesalahan bisa dianggap selesai, apalagi dianggap benar, masih ada beberapa dilema hukum yang mengganggu atau bisa mencederai demokrasi substansial sehingga perlu dipikirkan untuk pilkada yang akan datang.

 

 

Mahasiswa harus memiliki otonomi dalam menetukan sikap politik mereka, teori ( public sphere) menurut Jurgen Habermas juga relevan disini karena mahasiswa diharapkan memberika tanggapan rasional serta bebas dari pengaruh kekuasaan. Dalam pilkada mahasiswa kerap dijadikan alat mobilitas politik oleh kepentingan kandidat, misal nya barisan tua, barisan muda, generasi milenial dan masih banyak lagi, mereka diiming-imigni oleh hadiah dan janji yang menggiurkan, sangat disayang kan seorang terpelajar yang duduk dibangku perguruan tinggi harus tunduk dibawah kepentigan kandidat politik, menurut Pramoedya anatatoer dalam bukunya “Bumi Manusia” (seorang terpelajar sudah harus berbuat adil, sejak dalam fikiran apalagi dalam perbuatan).

Baca Juga :  Pilkada Jambi: Pertarungan Antara Dukungan Rakyat dan Kekuasaan Elite Politik 

 

Tidak etis rasanya sebagai mahasiswa terjun langsung atau menyatakan deklarasi diri kedalam barisan kandidat, seharus nya mereka sadar akan pebuatan serta dampak yang akan datang, kalau sudah begini tidak ada keidiealisan didalam diri, integritas mahasiswa mampu dibeli dengan janji dan hadiah yang diiming-imingkan.

 

Ada baiknya kita memberi contoh ke mahasiswa yang berada dibawah kita, tidak masalah ikut andil dalam permainan politik praktis, namun tidak membawa embel-embel mahasiswa, mau itu mahasiswa baru ataupun yang sudah lama, semoga mahasiswa Indonesia khususnya di daerah provinsi jambi, bukan mahasiswa yang memanipulasi gerakan politik, namun menjaga gerakan politik tetap sesuai porosnya menurut hukum dan etika dalam berpolitik.

 

Mahasiswa diharapkan memberikan perubahan serta peran dalam menyukseskan pilkada 27 november 2024 nanti sehingga terwujudnya demokrasi yang berkualitas sekaligus mengambil pelajaran dari kegiatan politik tersebut.

 

Editor : Admin

Berita Terkait

Transparansi Anggaran DAK Pendidikan: Dugaan Korupsi di Era Kepemimpinan Provinsi Jambi
Mengingat Kembali 1 Tahun Lalu, Pengadaan Mobil Dinas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi Kembali Jadi Sorotan
Ketika Sekolah Membiarkan Api Menjadi Kebakaran: Pelajaran Pahit dari Konflik Guru dan Murid di Tanjabtim
Refleksi HUT Jambi: Menagih Kedewasaan di Tengah Hiruk-Pikuk Seremonial
KELAKAR POLITIK Gubernur Seribu Janji: Bicara Lancar, Realisasi Nanti-Nanti”
Hari Guru Nasional: Antara Apresiasi Luhur dan Realita Peningkatan Kualitas Pendidikan
MAHASISWA JAMBI KRITIK DAN AKAN GELAR AKSI DI KANTOR WALIKOTA JAMBI
Refleksi Hari Pahlawan, Melanjutkan Jihad Kebenaran di Era Post truth

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:25 WIB

KOPRI PMII Universitas Jambi Gelar Diskusi Hari Perempuan, Angkat Isu Gender, Keislaman, dan Kriminalitas

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:48 WIB

Gelombang kekecewaan terhadap kondisi daerah akhirnya memuncak. Pemuda, mahasiswa, dan masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur bersiap turun ke jalan

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:53 WIB

“Skandal Dana DAK Mengemuka: Gubernur Jambi di Tengah Pusaran Pertanyaan Publik”

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:46 WIB

Gubernur Jambi dan Bayang-Bayang Kasus DAK: Transparansi yang Diuji di Panggung Hukum

Selasa, 3 Maret 2026 - 02:03 WIB

Aktivis Jambi: Penyebutan Gubernur Jambi Al Haris dalam Persidangan Korupsi DAK Rp21,8 Miliar Harus Dijelaskan ke Publik

Selasa, 3 Maret 2026 - 01:35 WIB

Satu Tahun Al-Haris di Periode ke 2, “Ketika Beton Lebih Cepat Tumbuh Daripada Lapangan Kerja, Ada Yang Salah Dengan Arah Pembangunan Jambi.”

Sabtu, 28 Februari 2026 - 19:51 WIB

GERAKAN MAHASISWA SAROLANGUN JAMBI (GEMSAR) MENGECAM TINDAKAN KEPALA DESA MUARA CUBAN TERHADAP OPERASIONAL ALAT BERAT & BBM SOLAR

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:59 WIB

Kasus dugaan korupsi DAK SMK fisik TA. 2022 dan DAK fisik 2024, APIP-JAMBI Desak KPK RI untuk periksa Kabid SMK (H) dan Kabid SMA (Z H).

Berita Terbaru