JAMBI – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Jambi ke-69 dinilai tidak boleh berhenti sebatas seremoni tahunan. Momen ini harus menjadi ajang refleksi dan evaluasi menyeluruh terhadap arah pembangunan daerah.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal tersebut ditegaskan oleh Mhd Iidfi Hanif, mantan aktivis mahasiswa Universitas Jambi. Sosok yang pernah menjabat sebagai Ketua DPM FKIP UNJA dan Ketua Umum IMKS Jambi ini menyoroti perjalanan panjang provinsi yang berjuluk Sepucuk Jambi Sembilan Lurah tersebut.
Menurut Hanif, usia 69 tahun seharusnya sudah cukup matang untuk menghadirkan kesejahteraan yang merata. Namun, ia menilai masih banyak persoalan mendasar yang luput dari penyelesaian dan menuntut perhatian serius pemerintah daerah.
“Ulang tahun Provinsi Jambi ke-69 ini harus dimaknai sebagai titik evaluasi. Pembangunan tidak boleh hanya terlihat megah di pusat kota, tetapi harus benar-benar dirasakan dampaknya hingga ke pelosok desa, terutama oleh masyarakat kecil,” ujar Hanif.
Ia menekankan agar semangat perjuangan para pendiri Provinsi Jambi terus dihidupkan. Nilai-nilai seperti keadilan sosial, pemerataan akses pendidikan, serta pengelolaan sumber daya alam yang pro-rakyat harus menjadi prioritas utama.
Peran Vital Generasi Muda
Selain menyoroti kinerja pemerintah, Hanif juga mengingatkan pentingnya peran strategis generasi muda dalam mengawal demokrasi. Baginya, kritik konstruktif dan partisipasi aktif pemuda adalah tanda kesehatan demokrasi di daerah.
“Mahasiswa dan pemuda Jambi jangan sampai kehilangan daya kritis. Mencintai daerah bukan hanya soal memberikan pujian, tetapi juga keberanian untuk mengingatkan pemimpin ketika arah pembangunan mulai menjauh dari kepentingan rakyat,” tambahnya tegas.
Menutup pernyataannya, Hanif menaruh harapan besar agar di usia yang ke-69 ini, Pemerintah Provinsi Jambi mampu melahirkan kebijakan-kebijakan yang lebih berani, progresif, dan berkeadilan.
“Selamat ulang tahun Provinsi Jambi ke-69. Semoga Jambi tidak hanya bertambah usia, tetapi tumbuh semakin matang sebagai tanah yang adil, berdaulat, dan bermartabat,” pungkasnya.



