GEMAKOJA: Militer Masuk Ranah Sipil, Alarm Bahaya Bagi Demokrasi Indonesia

Avatar

- Redaksi

Senin, 13 April 2026 - 00:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok: GEMAKOJA dan Partnership: Sutha Foundation & Generasi Rakyat

RADIXNEWS,JAMBI – Pada 10 April 2026, Gerakan Mahasiswa Kota Jambi (GEMAKOJA) dan Partnership: Sutha Foundation & Generasi Rakyat, menyoroti semakin meluasnya keterlibatan militer dalam berbagai jabatan sipil yang dinilai berpotensi mengancam arah demokrasi Indonesia.

Fenomena ini tidak lagi terbatas pada sektor pertahanan, tetapi telah merambah ke berbagai kementerian, lembaga negara, hingga sektor-sektor yang seharusnya menjadi ruang masyarakat sipil. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran serius terkait kaburnya batas antara ranah sipil dan militer.

Pasca Orde Baru dan diperkuat sejak Reformasi 1998, Indonesia telah berkomitmen menegakkan supremasi sipil sebagai fondasi utama demokrasi. Dalam kerangka tersebut, militer ditempatkan secara profesional sebagai alat pertahanan negara, bukan sebagai aktor dalam jabatan sipil.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun demikian, GEMAKOJA menilai bahwa kondisi hari ini menunjukkan adanya kecenderungan pergeseran yang perlu diwaspadai. Batas antara fungsi militer dan sipil mulai tidak lagi tegas, sehingga berpotensi melemahkan prinsip-prinsip demokrasi yang telah diperjuangkan.

Lebih lanjut, lemahnya fungsi kontrol sipil juga menjadi perhatian. Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia sebagai representasi rakyat dinilai belum menunjukkan sikap yang tegas dalam merespons dinamika tersebut. Minimnya perhatian terhadap kasus kekerasan terhadap Andrie Yunus semakin memperkuat kekhawatiran akan menyempitnya ruang sipil di Indonesia.

GEMAKOJA menegaskan bahwa kritik ini bukanlah bentuk penolakan terhadap institusi militer, melainkan dorongan untuk menempatkan peran sesuai dengan prinsip negara demokrasi. Penempatan militer yang tidak tepat dalam ranah sipil berpotensi mengancam kebebasan berpendapat serta melemahkan kontrol masyarakat terhadap kekuasaan.

Pernyataan Sikap :

1.Menegaskan pentingnya menjaga supremasi sipil sebagai prinsip utama dalam kehidupan demokrasi di Indonesia.

2. Mendorong agar militer tetap berada pada fungsi utamanya sebagai alat pertahanan negara serta tidak terlibat dalam jabatan sipil yang tidak relevan.

Baca Juga :  Kasnadi Terpilih Sebagai Ketua Komisi IV DPRD Muaro Jambi

3. Mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk menjalankan fungsi pengawasan secara optimal, khususnya dalam memastikan tidak terjadinya perluasan peran militer di ranah sipil.

4. Mendesak pengusutan secara transparan dan tuntas terhadap kasus kekerasan yang menimpa Andrie Yunus.

5. Mengajak masyarakat sipil, khususnya mahasiswa dan pemuda, untuk tetap kritis dan aktif menjaga ruang demokrasi.

PENUTUP: GEMAKOJA menilai bahwa demokrasi tidak hanya diukur melalui proses elektoral, tetapi juga dari sejauh mana prinsip supremasi sipil dijalankan secara konsisten.

Ketika batas antara militer dan sipil mulai kabur, maka hal tersebut merupakan sinyal peringatan yang tidak boleh diabaikan. Oleh karena itu, diperlukan komitmen bersama untuk menjaga arah demokrasi Indonesia agar tetap berada pada jalurnya.

 

Gerakan Mahasiswa Kota Jambi (GEMAKOJA) dan Partnership: Sutha Foundation & Generasi Rakyat

Editor : ADMIN

Berita Terkait

Adanya dugaan cacat administrasi dan Hak Atas upah dan penghasilan Karyawan tidak di berikan Grand Eska Hotel Distrik Berisik : Meminta audit perizinan dan transparasi upah karyawan
Gema Restorasi Melawan Framing: Protes Keras,Andika Sekretaris DPW GPND terhadap Majalah Tempo
Keresahan Publik atas Ekspansi Militer ke Ranah Sipil Menguat di Jambi, Diskusi Publik Serukan: Kembalikan TNI ke Barak
TEBO DARURAT JALAN RUSAK: AKTIVIS SOROT KINERJA DPRD DAN GUBERNUR, BETUNG–PINTAS PALING KRITIS
RATUSAN MASA PMII JAMBI PADATI KANTOR MAPOLDA JAMBI,KASUS SELESAI KEMBALI KE RESTORATIF JUSTICE,INI BENTROKAN BUKAN PENGEROYOKAN!!
KILAU PIALA DALAM GELAP EKONOMI PERANGKAT DESA
Presiden Prabowo, MBG, dan Generasi Emas Indonesia 2045 Oleh: Muhammad Putra Ramadhan — Tokoh Pemuda Jambi & Aktivis Nasional
Mahasiswa Jambi di Pulau Jawa Dapat Fasilitas Mudik Gratis dari Rocky Candra, Dilepas di Gedung DPR/MPR RI

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 19:41 WIB

Adanya dugaan cacat administrasi dan Hak Atas upah dan penghasilan Karyawan tidak di berikan Grand Eska Hotel Distrik Berisik : Meminta audit perizinan dan transparasi upah karyawan

Rabu, 15 April 2026 - 17:32 WIB

Gema Restorasi Melawan Framing: Protes Keras,Andika Sekretaris DPW GPND terhadap Majalah Tempo

Senin, 13 April 2026 - 00:29 WIB

GEMAKOJA: Militer Masuk Ranah Sipil, Alarm Bahaya Bagi Demokrasi Indonesia

Sabtu, 11 April 2026 - 21:20 WIB

Keresahan Publik atas Ekspansi Militer ke Ranah Sipil Menguat di Jambi, Diskusi Publik Serukan: Kembalikan TNI ke Barak

Jumat, 10 April 2026 - 22:10 WIB

TEBO DARURAT JALAN RUSAK: AKTIVIS SOROT KINERJA DPRD DAN GUBERNUR, BETUNG–PINTAS PALING KRITIS

Senin, 6 April 2026 - 12:20 WIB

DUGAAN SKANDAL FEE ANGGARAN REVITALISASI SD DAN PAUD DISDIK TANJAB TIMUR SISTEMATIS YANG MENGGURITA

Senin, 6 April 2026 - 11:22 WIB

KILAU PIALA DALAM GELAP EKONOMI PERANGKAT DESA

Selasa, 31 Maret 2026 - 14:21 WIB

Presiden Prabowo, MBG, dan Generasi Emas Indonesia 2045 Oleh: Muhammad Putra Ramadhan — Tokoh Pemuda Jambi & Aktivis Nasional

Berita Terbaru