Gas Langka Jelang Ramadhan di Air Hitam, Aktivis Fauzan: Dapur Rakyat Dikunci oleh Kelalaian Pemerintah

Avatar

- Redaksi

Senin, 9 Februari 2026 - 17:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

  Sarolangun — Menjelang Ramadhan, warga Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, justru dihadapkan pada krisis kebutuhan paling dasar. Gas LPG 3 kilogram langka, pangkalan kosong, dan harga di tingkat pengecer melonjak liar. Dapur rakyat tersendat, sementara pemerintah kembali gagal memastikan hak dasar warganya terpenuhi.


Aktivis, Fauzan, menyebut kondisi di Air Hitam sebagai potret telanjang kegagalan negara di level paling bawah. Menurutnya, kelangkaan gas yang selalu muncul menjelang Ramadhan bukan lagi peristiwa teknis, melainkan krisis yang dibiarkan tumbuh.

“Air Hitam ini bukan daerah terpencil. Tapi menjelang Ramadhan, gas bisa menghilang begitu saja. Ini memalukan. Kalau kebutuhan dapur saja tak sanggup dijamin, jangan bicara kesejahteraan,” tegas Fauzan.

Sejumlah warga Air Hitam mengaku harus berkeliling dari satu pangkalan ke pangkalan lain tanpa kepastian. Jika pun ada, harga gas melon menembus angka di atas HET. Kondisi ini membuat masyarakat kecil—terutama ibu rumah tangga dan pedagang kecil—menjadi korban pertama.

“Rakyat diminta tenang menyambut Ramadhan, tapi sistem justru membuat dapur mereka resah. Ini bukan soal iman, ini soal kegagalan pengelolaan,” ujar Fauzan.

Ia menilai lemahnya pengawasan distribusi LPG di Air Hitam menunjukkan ketiadaan kehadiran negara secara nyata. Sidak yang hanya bersifat seremonial dan pernyataan normatif tidak menyentuh akar persoalan.

“Setiap tahun masalahnya sama, lokasinya jelas, korbannya nyata. Tapi solusinya selalu menguap. Ini bukan ketidaktahuan, ini kelalaian yang dipelihara,” katanya.

Fauzan mendesak Pemkab Sarolangun dan instansi terkait segera membuka data distribusi LPG di Kecamatan Air Hitam secara transparan, menertibkan pangkalan yang bermain, serta memastikan stok aman sebelum Ramadhan tiba.

“Kalau negara masih membiarkan kondisi ini, maka rakyat Air Hitam dipaksa belajar sabar bukan karena ibadah, tapi karena kebijakan yang abai terhadap dapur mereka sendiri,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, kelangkaan gas LPG 3 kilogram di Kecamatan Air Hitam masih terjadi, sementara warga menunggu kehadiran negara yang seharusnya datang lebih dulu sebelum krisis berulang.

Baca Juga :  Le Faucheur : Résumé
Komentar Anda Terkait Berita Ini?

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

“Skandal Dana DAK Mengemuka: Gubernur Jambi di Tengah Pusaran Pertanyaan Publik”
Gubernur Jambi dan Bayang-Bayang Kasus DAK: Transparansi yang Diuji di Panggung Hukum
Transparansi Anggaran DAK Pendidikan: Dugaan Korupsi di Era Kepemimpinan Provinsi Jambi
Satu Tahun Al-Haris di Periode ke 2, “Ketika Beton Lebih Cepat Tumbuh Daripada Lapangan Kerja, Ada Yang Salah Dengan Arah Pembangunan Jambi.”
GERAKAN MAHASISWA SAROLANGUN JAMBI (GEMSAR) MENGECAM TINDAKAN KEPALA DESA MUARA CUBAN TERHADAP OPERASIONAL ALAT BERAT & BBM SOLAR
Kasus dugaan korupsi DAK SMK fisik TA. 2022 dan DAK fisik 2024, APIP-JAMBI Desak KPK RI untuk periksa Kabid SMK (H) dan Kabid SMA (Z H).
1 Tahun Kepemimpinan Maulana-diza,Puluhan mahasiswa dan pemuda menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Jambi.
🔥 PPL Jambi Desak Cabut Izin PT BSA di Muara Tabir: “Audit Total, Kembalikan Lahan ke Rakyat!”

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:53 WIB

“Skandal Dana DAK Mengemuka: Gubernur Jambi di Tengah Pusaran Pertanyaan Publik”

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:46 WIB

Gubernur Jambi dan Bayang-Bayang Kasus DAK: Transparansi yang Diuji di Panggung Hukum

Selasa, 3 Maret 2026 - 02:03 WIB

Aktivis Jambi: Penyebutan Gubernur Jambi Al Haris dalam Persidangan Korupsi DAK Rp21,8 Miliar Harus Dijelaskan ke Publik

Selasa, 3 Maret 2026 - 01:35 WIB

Satu Tahun Al-Haris di Periode ke 2, “Ketika Beton Lebih Cepat Tumbuh Daripada Lapangan Kerja, Ada Yang Salah Dengan Arah Pembangunan Jambi.”

Rabu, 25 Februari 2026 - 15:57 WIB

1 Tahun Kepemimpinan Maulana-diza,Puluhan mahasiswa dan pemuda menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Jambi.

Kamis, 19 Februari 2026 - 17:24 WIB

MAHASISWA JAMBI LAPORKAN DINKES TANJAB TIMUR KE KEMENKES, TERKAIT PELANGGARAN PENGELOLAAN LIMBAH B3 DI PUSKESMAS

Minggu, 11 Januari 2026 - 00:19 WIB

Dana Siluman 57 Milyar Pada APBD Jambi 2026: Pelanggaran Hukum dan Pengkhianatan Mandat Rakyat

Selasa, 6 Januari 2026 - 21:23 WIB

Mhd Iidfi Hanif: HUT Ke-69 Jambi Harus Jadi Momentum Evaluasi dan Keberpihakan pada Rakyat

Berita Terbaru