Muara Tabir sedang tidak baik-baik saja.
Di tengah harapan masyarakat terhadap layanan keuangan yang aman dan terpercaya, justru muncul dugaan persoalan serius yang menyentuh langsung hak-hak nasabah. Dana pelunasan yang tidak tercatat, pinjaman yang tak kunjung cair meski kontrak telah ditandatangani, hingga dugaan pengelolaan tabungan tanpa transparansi—semua ini bukan hal sepele.
Ini adalah indikasi kuat adanya kelalaian serius dalam sistem pengawasan internal.
Fauzan, pemuda Muara Tabir, dengan tegas menyampaikan:
“Kalau ini benar terjadi berulang, maka ini bukan lagi sekadar oknum. Ini menunjukkan adanya kegagalan pengawasan. Tidak mungkin praktik seperti ini berjalan tanpa celah dalam kontrol internal.”
Kasus yang juga menyentuh kelompok tani semakin memperjelas bahwa persoalan ini berdampak luas dan tidak bisa dianggap sebagai insiden biasa.
Maka kami menyampaikan tuntutan tegas:
* Lakukan audit menyeluruh dan independen
* Bongkar secara terbuka alur dan pihak yang bertanggung jawab
* Kembalikan hak nasabah yang dirugikan tanpa syarat
* Evaluasi total sistem pengawasan dan manajemen internal
“Jika terbukti ada kelalaian atau pembiaran dari pihak manajemen, maka pimpinan cabang wajib dievaluasi secara serius. Jabatan bukan tameng dari tanggung jawab,” tegas Fauzan.
Kami menegaskan, ini bukan serangan terhadap institusi, tetapi tuntutan terhadap tanggung jawab dan keadilan.
Jika tidak ada langkah nyata dan transparan:
* Masyarakat siap menempuh jalur hukum
* Dan tidak menutup kemungkinan akan dilakukan aksi terbuka sebagai bentuk tekanan publik
Muara Tabir bukan tempat untuk praktik yang merugikan rakyat.
Kami menunggu: tindakan nyata, bukan sekadar janji.





