Respons Ketua Umum Jagatara Indonesia atas Pembubaran Diskusi di UGM

Avatar

- Redaksi

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RadixNews-Yogyakarta, 19 Juni 2026 – Peristiwa pembubaran sebuah forum diskusi di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 15 Juni 2026 menuai beragam tanggapan dari berbagai kalangan. Menanggapi kejadian tersebut, Ketua Umum Jagatara Indonesia, Rio Alfian Rosid, menilai bahwa ruang diskusi dan pertukaran gagasan harus tetap dijaga sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya demokrasi dan kehidupan intelektual di Indonesia.

Rio menegaskan bahwa pihaknya memahami masih banyak persoalan di Indonesia yang memerlukan perbaikan dan penyelesaian. Berbagai tantangan dalam penyelenggaraan negara, menurutnya, harus terus menjadi perhatian seluruh elemen bangsa.

“Kami memahami bahwa Indonesia masih memiliki banyak persoalan yang perlu diperbaiki. Kritik, masukan, dan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan merupakan bagian penting dari proses demokrasi yang sehat,” ujar Rio.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menilai bahwa mahasiswa dan masyarakat memiliki peran strategis dalam mengawal penyelenggaraan negara. Keterlibatan publik dalam memberikan kritik dan pengawasan merupakan bentuk partisipasi yang perlu dijaga dan dihormati.

Namun demikian, Rio menegaskan bahwa tindakan pembubaran diskusi tidak mencerminkan sikap intelektual maupun etika yang seharusnya dijunjung tinggi dalam ruang demokrasi.

“Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Akan tetapi, pembubaran diskusi yang diwarnai dengan indikasi kekerasan bukanlah sikap yang mencerminkan intelektualitas dan etika. Setiap pihak seharusnya mengedepankan dialog, argumentasi, dan pertukaran gagasan secara terbuka,” katanya.

Menurut Rio, dampak dari pembubaran diskusi tersebut tidak hanya merugikan pihak yang terlibat secara langsung, tetapi juga dapat menimbulkan sentimen negatif terhadap gerakan mahasiswa dan masyarakat secara umum. Selain itu, peristiwa tersebut berpotensi menutup ruang dialog yang konstruktif dan solutif antara masyarakat dengan perwakilan pemerintah.

Baca Juga :  Resmi Berpangkat Komjen Pol, Rachmad Wibowo Dilantik Sebagai Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara

“Ketika ruang diskusi dibubarkan, yang hilang bukan hanya sebuah acara, tetapi juga kesempatan untuk membangun pemahaman bersama dan mencari solusi atas berbagai persoalan bangsa. Situasi seperti ini dapat memunculkan sentimen negatif terhadap gerakan mahasiswa dan mempersempit ruang komunikasi antara masyarakat dan pemerintah,” jelasnya.

Rio berharap seluruh pihak dapat mengedepankan dialog, musyawarah, dan penghormatan terhadap kebebasan berpendapat sebagai fondasi penting dalam memperkuat demokrasi Indonesia.

“Bangsa ini akan semakin kuat jika setiap perbedaan diselesaikan melalui dialog yang konstruktif, bukan dengan pembungkaman. Mari bersama-sama menjaga ruang demokrasi yang sehat, inklusif, dan berorientasi pada solusi,” pungkasnya.

Editor : Admin

Sumber Berita : Istimewa

Berita Terkait

Respons Ketua Umum Jagatara Indonesia atas Pembubaran Diskusi di UGM
Khairul Fahmi: Danantara Perlu Tinjau Ulang Kerja Sama dengan PT INL, Dugaan Nepotisme dan Tata Kelola Bermasalah Harus Jadi Pertimbangan
“Dugaan Jual Beli Gelar: Kakorlantas Polri Raih Gelar Doktor Hanya dalam Setahun”.
Presiden Prabowo, MBG, dan Generasi Emas Indonesia 2045 Oleh: Muhammad Putra Ramadhan — Tokoh Pemuda Jambi & Aktivis Nasional
Sikap Tegas DEMA-PTKIN Se-Indonesia: Kawal Kasus Kecelakaan Kerja dan Kerusakan Lingkungan PT AJC ke Jalur Hukum!
Warga Sumatra Mendorong Transformasi Polri: Penguatan Semangat ‘Presisi’ Menuju Institusi yang Lebih Humanis
“Skandal Dana DAK Mengemuka: Gubernur Jambi di Tengah Pusaran Pertanyaan Publik”
Aktivis Jambi: Penyebutan Gubernur Jambi Al Haris dalam Persidangan Korupsi DAK Rp21,8 Miliar Harus Dijelaskan ke Publik
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:00 WIB

Gugatan atas Tanah Leluhur: Konflik Ulayat di Desa Gongsol dan Desa Merdeka dan Cerminan Perubahan Sosial

Jumat, 10 April 2026 - 04:38 WIB

RATUSAN MASA PMII JAMBI PADATI KANTOR MAPOLDA JAMBI,KASUS SELESAI KEMBALI KE RESTORATIF JUSTICE,INI BENTROKAN BUKAN PENGEROYOKAN!!

Senin, 6 April 2026 - 12:20 WIB

DUGAAN SKANDAL FEE ANGGARAN REVITALISASI SD DAN PAUD DISDIK TANJAB TIMUR SISTEMATIS YANG MENGGURITA

Jumat, 27 Maret 2026 - 17:18 WIB

Supremasi Sipil dalam Ujian

Rabu, 18 Maret 2026 - 04:40 WIB

Oleh: Insan Nurrohman, S.I.P. “Curhatan Seorang Kader”

Minggu, 15 Maret 2026 - 04:33 WIB

Rangga H. Wibowo: Polemik DAK dan Peristiwa Bank 9 Jambi, Alarm Bagi Pemerintahan Daerah

Sabtu, 14 Maret 2026 - 04:56 WIB

Arby Tya Aprilianif Surahman Serukan “Sinergi Sipil Nasional”: Rakyat Harus Bersatu mengawal kebijakan Pemerintah

Selasa, 3 Maret 2026 - 17:03 WIB

Transparansi Anggaran DAK Pendidikan: Dugaan Korupsi di Era Kepemimpinan Provinsi Jambi

Berita Terbaru